KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan akan segera menuntaskan pembayaran utang kepada para kontraktor, setelah proses pinjaman daerah dengan Bank Kaltimtara selesai. Langkah itu diambil untuk meringankan tekanan finansial kontraktor menjelang Lebaran, sekaligus memastikan kelancaran roda pembangunan di Kukar.
Kepastian itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam pertemuan dengan Forum Kontraktor di Ruang Eksekutif Kantor Bupati, Kamis (12/3/2026). Pertemuan tersebut membahas kejelasan pembayaran proyek yang sebagian besar sudah selesai dikerjakan, namun belum dibayarkan.
“Karena sudah mendekati Lebaran, para kontraktor mendapat tekanan dari pekerja mereka, termasuk tukang dan staf lapangan. Kita menyiapkan strategi melalui pinjaman daerah di Bank Kaltimtara sebesar Rp820 miliar sesuai hasil audit Inspektorat tahun 2025,” jelas Bupati.
Aulia menambahkan pencairan dana masih menunggu tahap administrasi, khususnya pelaksanaan akad kredit di bank. Apabila akad berjalan lancar dalam waktu dekat, dana diharapkan dapat segera masuk ke kas daerah dan dibayarkan kepada para rekanan.
“Perhitungan kami, jika akad kredit bisa dilakukan besok, dana kemungkinan sudah bisa dicairkan sore hari atau paling lambat Senin pagi,” kata Aulia.
Respons positif datang dari perwakilan kontraktor, Novi Pratidina, yang menyambut langkah Pemkab Kukar. Ia mengatakan nilai pembayaran yang akan direalisasikan diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar, meski angka pastinya masih menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah.
“Sebagian besar pekerjaan yang ditagihkan sudah selesai 100 persen. Ada beberapa proyek yang sebelumnya menerima uang muka, jadi sisa pembayaran memang berbeda-beda, tapi keseluruhan pekerjaan sudah rampung,” ujar Novi.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





