APARAT kepolisian di berbagai daerah di Kalimantan Timur mulai memperketat pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran. Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari pendirian puluhan pos pengamanan, pengerahan ribuan personel gabungan, hingga penyediaan berbagai layanan publik guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Pengamanan tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang digelar serentak oleh jajaran kepolisian bersama instansi terkait. Operasi yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026 ini tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengawasan keamanan lingkungan, stabilitas pasokan bahan bakar, serta pelayanan kepada masyarakat selama masa libur Lebaran.
Di sejumlah wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara, aparat kepolisian telah memetakan titik-titik rawan yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas. Ribuan personel disiagakan di jalur mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga kawasan permukiman warga, sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama Ramadan hingga arus balik Lebaran.
Samarinda Kerahkan 1.202 Personel Gabungan
Di Kota Samarinda, pengamanan dilakukan secara besar-besaran oleh Polresta Samarinda. Sebanyak 1.202 personel gabungan disiagakan untuk mengawal kelancaran arus mudik sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama perayaan Idulfitri.
Kapolresta Samarinda Hendri Umar mengatakan pengamanan dilakukan melalui sinergi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga unsur relawan masyarakat.
Menurutnya, personel akan ditempatkan di sejumlah titik yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama masa mudik.
“Personel akan disebar ke 10 pos pengamanan dan pelayanan yang didirikan di titik-titik strategis. Fokus kami memastikan arus mudik dan perayaan Lebaran berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya saat memimpin apel gelar pasukan.
Pengamanan tidak hanya berhenti pada masa operasi resmi. Setelah operasi berakhir, kepolisian akan melanjutkan pengawasan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 guna mengantisipasi sisa arus balik.
Selain pengamanan lalu lintas, Polresta Samarinda juga menghadirkan layanan publik berupa penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik.
Kasi Humas Polresta Samarinda Arie Soeharyadi menjelaskan bahwa layanan tersebut disediakan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang meninggalkan kendaraan saat rumah dalam keadaan kosong.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu kami sediakan lokasi penitipan kendaraan yang aman dan terpantau 24 jam oleh personel serta kamera CCTV,” jelasnya.
Kukar Siapkan 21 Pos Pengamanan

Sementara itu di Kabupaten Kutai Kartanegara, aparat kepolisian juga menyiapkan strategi pengamanan yang cukup besar untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.
Melalui Polres Kutai Kartanegara, sebanyak 348 personel gabungan disiagakan untuk menjalankan pengamanan selama Operasi Ketupat Mahakam.
Kapolres Kukar Khairul Basyar mengatakan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting agar seluruh pihak memiliki kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pengamanan.
“Kita siapkan pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis yang menjadi jalur mudik di wilayah Kukar,” ujarnya.
Secara keseluruhan terdapat 21 pos pengamanan dan pelayanan yang didirikan di berbagai lokasi.
Rinciannya meliputi satu pos terpadu di kawasan Taman Tanjong, tiga pos pelayanan di Kilometer 38 serta dua titik rest area, satu pos pengamanan di kawasan Lembuswana, serta 16 pos lainnya yang tersebar di wilayah Polsek jajaran.
Dari total kekuatan yang disiagakan, sekitar 150 personel berasal dari kepolisian, sementara sisanya merupakan personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah dan unsur pendukung lainnya.
Petugas akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas selama Lebaran, mulai dari jalur mudik utama, tempat ibadah, hingga destinasi wisata.
Selain pengamanan, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan pemudik.
“Kalau ada jalan rusak yang belum sempat diperbaiki, kita akan pasang imbauan atau rambu-rambu agar masyarakat lebih berhati-hati,” kata Khairul.
Rumah Kosong Jadi Fokus Patroli
Selain pengamanan jalur mudik, Polres Kukar juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan rumah warga yang ditinggalkan selama masa mudik.
Kapolres Kukar Khairul Basyar menginstruksikan seluruh jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan rencana perjalanan mudik kepada aparat setempat agar kepolisian dapat memetakan wilayah yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.
“Terkait rumah kosong, kami mengimbau masyarakat yang mudik atau liburan untuk menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat,” ujarnya.
Kabag Ops Polres Kukar Roganda menambahkan bahwa rumah kosong merupakan salah satu sasaran operasi kepolisian.
Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri membuat rumah yang ditinggalkan pemiliknya menjadi potensi sasaran tindak kriminalitas.
“Memang itu salah satu sasaran operasi kami, ada orang, tempat, benda, dan kegiatan. Selain orang yang hilir mudik, tempat atau benda ini termasuk rumah-rumah yang mungkin ditinggalkan oleh masyarakat,” jelas Roganda.
Pengawasan BBM Ditingkatkan
Selain pengamanan wilayah, Polres Kukar juga meningkatkan pengawasan terhadap distribusi serta kualitas bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari pelaksanaan Operasi Ketupat tahun sebelumnya.
“Kita mengevaluasi kejadian tahun lalu dalam masa operasi Ketupat 2025, ketika ada SPBU yang diduga menjual Pertalite atau Pertamax mengandung air sehingga kendaraan berebet atau macet. Itu menjadi atensi kami saat ini,” ujar Roganda.
Ia juga menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas energi dunia.
Konflik internasional seperti ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, Israel, serta perang Rusia dan Ukraina disebut dapat berdampak terhadap pasokan energi global.
“Faktor global ini akan sangat memengaruhi kebutuhan BBM di berbagai negara, khususnya Indonesia. Nah ini yang perlu kita antisipasi dan koordinasikan,” katanya.
Polisi juga menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan menimbun BBM atau kebutuhan pokok.
“Apabila ada pihak-pihak yang melakukan upaya penimbunan atau mencari keuntungan dalam kondisi seperti ini, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum,” tegasnya.
PPU Siapkan Pos Pengamanan dan Layanan Titip Kendaraan
Sementara itu di Kabupaten Penajam Paser Utara, jajaran Polres Penajam Paser Utara juga mulai mematangkan persiapan pengamanan menjelang Lebaran.
Kapolres PPU Andreas Alek Danantara mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah pos pengamanan yang akan digunakan selama Operasi Ketupat Mahakam 2026.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan pengecekan ini kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain fokus pada pengamanan lalu lintas dan wilayah, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap keamanan lingkungan warga yang ditinggalkan saat mudik.
Untuk itu, Polres PPU membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Andreas menjelaskan masyarakat dapat menitipkan kendaraan mereka di Mapolres PPU maupun di pos-pos pelayanan kepolisian yang telah disiagakan.
“Jadi masyarakat dapat langsung mendatangi Markas Polres PPU atau memanfaatkan pos-pos pelayanan kepolisian terdekat yang telah disiagakan di berbagai titik strategis,” ujarnya.
Prosedur penitipan kendaraan dibuat sederhana agar tidak menyulitkan masyarakat. Warga hanya perlu menyerahkan identitas diri yang valid kepada petugas piket saat menitipkan kendaraan.
Setiap kendaraan yang dititipkan, baik roda dua maupun roda empat, akan diberikan bukti tanda terima resmi oleh petugas sebagai jaminan keamanan.
Dokumen tersebut nantinya menjadi bukti sah bagi pemilik kendaraan untuk mengambil kembali kendaraan mereka setelah kembali dari perjalanan mudik.
“Kami memastikan semua berjalan sesuai dengan prosedur sehingga masyarakat bisa aman dan nyaman merayakan Lebaran,” pungkas Andreas.
Sinergi Lintas Instansi
Pengamanan mudik tahun ini tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga berbagai instansi pemerintah daerah.
Di Kutai Kartanegara misalnya, Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara turut menyiagakan sekitar 30 personel untuk membantu pengaturan lalu lintas di sejumlah pos pengamanan.
Kepala Seksi Pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kukar Heru Setiawan mengatakan keterlibatan Dishub merupakan hasil koordinasi lintas sektoral yang digelar oleh Polda Kalimantan Timur.
“Tadi hasilnya sudah diplot masing-masing dan sudah diminta kerja sama lintas sektoral ini,” ujarnya.
Personel Dishub akan ditempatkan di beberapa pos strategis seperti Pos Samboja, Pos Terpadu Taman Tanjong, Pos Pengamanan Lembuswana, serta sejumlah rest area.
“Kita diminta menyiapkan beberapa anggota di masing-masing pos tersebut. Ada di Samboja, pos terpadu, Lembuswana, dan di rest area juga ada,” tambahnya. (Tim MK)





