Satlantas Polresta Samarinda Petakan 4 Titik Rawan Macet Saat Mudik, Rekayasa Dipersiapkan

SAMARINDA – Menyongsong arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda mulai mematangkan strategi pengamanan jalur. Meski evaluasi tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kondisi lalu lintas di Kota Tepian relatif terkendali, polisi tetap mewaspadai lonjakan volume kendaraan di sejumlah titik krusial.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menegaskan penempatan personel dan patroli keliling menjadi ujung tombak untuk memastikan kenyamanan warga yang hendak pulang kampung maupun mobilitas dalam kota.

Berdasarkan data evaluasi operasional tahun lalu, pihak kepolisian telah mengidentifikasi empat kawasan utama yang diprediksi akan mengalami peningkatan kepadatan arus kendaraan.

“Yang pertama itu di Simpang Muara, Kawasan Jembatan Mahkota, Gunung Mangga, Wilayah Sungai Dama,” bebernya

“Empat titik ini menjadi atensi khusus kami. Meskipun di Samarinda jarang terjadi kemacetan panjang yang berkepanjangan, antisipasi tetap kami lakukan dengan menempatkan personel statis di lokasi-lokasi tersebut,” ujar Kompol La Ode Prasetyo.

Dalam pelaksanaannya, Polresta Samarinda tidak bergerak sendiri. Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time.

Apabila terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan, Satlantas telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional.

“Kami bersama Dishub juga melaksanakan patroli rutin. Kalau ditemukan titik jenuh atau kepadatan, langkah rekayasa akan langsung diambil di lapangan untuk mengurai arus,” tambahnya.

Selain urusan kemacetan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Merujuk pada data musim mudik 2025, tercatat sekitar lima hingga enam kejadian kecelakaan lalu lintas selama masa operasi. Angka tersebut diharapkan dapat ditekan lebih rendah pada 2026.

Petugas mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama saat melintasi jalur-jalur yang memiliki kontur jalan menantang seperti di kawasan Gunung Mangga.

“Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman. Kami ingin masyarakat bisa sampai di tujuan dan merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terkendala masalah di jalan raya,” jelas La Ode.

Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI