BERAU – Persoalan rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal kembali menjadi sorotan di Kabupaten Berau. Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menilai hingga kini kondisi tersebut masih jauh dari harapan dan membutuhkan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Menurut Grace, keberadaan berbagai perusahaan besar di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Ia menyebut keluhan terkait sulitnya memperoleh pekerjaan masih terus disampaikan warga, terutama dari kalangan pencari kerja asli daerah.
“Hingga kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apalagi Kabupaten Berau dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan menjadi daya tarik investasi. Namun ironisnya, masyarakat lokal justru dinilai belum sepenuhnya merasakan manfaat dari aktivitas industri yang berkembang pesat.
Grace menilai salah satu akar persoalan terletak pada lemahnya pengawasan dan ketidaktegasan pemerintah daerah dalam menjalankan regulasi yang sudah ada. Ia mengungkapkan masih ditemukan perusahaan yang belum memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.
“Masyarakat Bumi Batiwakkal sering menyuarakan keluhan mengenai minimnya lapangan kerja. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan warga lokal yang membutuhkan pekerjaan,” tegasnya.
Padahal Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal secara jelas mengatur kewajiban perusahaan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal. Namun implementasi di lapangan dinilai belum berjalan optimal.
“Regulasinya sudah ada, tinggal bagaimana pemerintah tegas dalam mengawal pelaksanaannya. Masyarakat lokal harus mendapatkan perhatian khusus,” imbuhnya.
Sebagai upaya mendorong solusi konkret, Grace menyatakan DPRD Berau akan mempertimbangkan untuk memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah. Langkah itu dinilai penting untuk mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus merumuskan strategi peningkatan serapan tenaga kerja lokal.
“Jika memungkinkan, kami akan panggil pihak terkait. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang dan harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pendidikan atau pelatihan kerja agar kualitas tenaga kerja lokal dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan industri.
Dengan adanya komitmen bersama dan penegakan aturan yang konsisten, Grace berharap peluang kerja bagi masyarakat lokal semakin terbuka luas. Hal itu, menurutnya tidak hanya berdampak pada penurunan angka pengangguran, tetapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Saya berharap pemerintah daerah benar-benar hadir dan tegas. Perusahaan juga harus berkomitmen memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal agar kesejahteraan masyarakat Berau bisa meningkat,” tandasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





