BERAU – Upaya penanganan stunting di Kabupaten Berau terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Salah satu langkah strategis yang dinilai efektif adalah dengan memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat di tingkat kampung.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan Posyandu kini tidak lagi sekadar tempat penimbangan Balita dan pemberian imunisasi. Lebih dari itu, Posyandu telah berkembang menjadi pusat edukasi keluarga sekaligus motor penggerak peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini.
“Posyandu hari ini memiliki fungsi yang jauh lebih luas. Kader Posyandu tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi mengedukasi masyarakat tentang gizi seimbang, pola asuh anak yang tepat, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya keberhasilan program penurunan stunting sangat bergantung pada optimalisasi peran Posyandu di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penguatan Posyandu tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi peningkatan kapasitas para kader.
Sumadi menilai kader Posyandu merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Dengan kompetensi yang memadai, kader dapat berperan lebih aktif dalam mendeteksi dini risiko stunting, memberikan edukasi berkelanjutan, hingga mendampingi keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat.
“Untuk itu, kita perlu meningkatkan kualitas kader Posyandu agar mereka mampu memberikan layanan yang maksimal, terutama dalam hal edukasi dan pendampingan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan penurunan angka stunting harus menjadi prioritas dalam pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Berau. Pasalnya stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi memengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan.
Melalui berbagai program yang terintegrasi di Posyandu, diharapkan angka stunting di Berau dapat ditekan secara signifikan. Namun begitu, ia mengingatkan upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Menurunkan angka stunting ini bukan persoalan mudah. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat itu sendiri agar hasilnya benar-benar optimal,” tuturnya.
Sumadi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia pendidikan, hingga sektor swasta dalam mendukung program penanganan stunting.
DPRD Berau berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
“Kami di DPRD tentu akan terus mendukung langkah-langkah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penguatan Posyandu ini adalah bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan,” jelasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





