SAMARINDA – Gema takbir membumbung tinggi menandakan berakhirnya bulan Ramadan pada Jumat (20/3/2026) pagi.
Sedari pukul 06.30 WITA jemaah sudah memadati halaman parkir Gedung A Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H yang diselenggarakan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Samarinda.
Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib adalah Drs. Agus Suwarto Edi, M.Sos., yang membawakan khotbah bertajuk ‘Kembali Fitrah di Era Digital: Menjaga Hati di Tengah Arus Informasi’. Dalam khotbahnya, ia mengajak hadirin merenungkan tantangan berat menjaga hati di masa kini.
“Jika dahulu musuh terbesar kekhusyukan adalah bisikan setan di dalam dada, kini ‘bisikan’ itu hadir melalui layar di genggaman tangan kita,” ujarnya di hadapan jamaah.
Agus Suwarto, sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua PDM Kota Samarinda menjelaskan fitrah manusia di era modern terancam oleh fenomena Information Overload (banjir informasi).
Ia mengibaratkan jiwa manusia layaknya gelas berisi air jernih yang terus diguyur derasnya air terjun informasi keruh berupa berita hoaks, pamer kemewahan, hingga debat kusir.
Oleh karena itu, sebagai kelanjutan dari ibadah di bulan suci, ia menyerukan pentingnya umat Islam melakukan ‘Puasa Digital’.
“Puasa digital adalah cara kita membuktikan bahwa kita bukan budak algoritma, melainkan hamba Allah yang menghargai setiap detik usia,” tegasnya.
Ia mengingatkan jemaah agar tidak membiarkan kebiasaan scrolling tanpa henti (doomscrolling) merampas waktu produktif yang seharusnya bisa digunakan untuk berzikir maupun berbakti kepada orang tua.
Menjaga hati dari gibah digital dan hasad akibat membandingkan hidup dengan orang lain di media sosial menjadi penekanan utama.
Menutup rangkaian khotbahnya, Agus Suwarto, berpesan agar masyarakat menerapkan adab di ruang siber dengan tiga saringan sebelum membagikan informasi atau mengetik komentar yakni memastikan kebenarannya (is it true?), kesantunannya (is it kind?), dan kebermanfaatannya (is it necessary?).
Pewarta: Refi F
Editor: Yahya Yabo





