Puncak Libur Lebaran, Pengunjung Sungai Terik Capai 1.000 Orang Per Hari

PASER – Objek Wisata Sungai Terik mengalami peningkatan kunjungan yang sangat signifikan apabila dibandingkan dengan hari biasanya selama masa libur Lebaran 2026.

Pengelola Wisata Sungai Terik, Agung, mengungkapkan wisata yang dikelolanya dengan serius sejak tahun 2022 lalu ini, mengalami lonjakan kunjungan sejak hari pertama Lebaran dan mencapai puncaknya pada momen hari raya kali ini dengan kenaikan jumlah wisatawan yang berkali-kali lipat dibandingkan hari biasanya.

Lonjakan drastis tersebut tercatat mulai terjadi sejak hari pertama lebaran yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026) dengan rata-rata 500 pengunjung setiap harinya dan tren positif tersebut terus bertahan hingga hari Selasa (24/3/2026).

“Kunjungan rata-rata itu lebih 500 setiap harinya dan puncaknya Senin kemarin, itu sampai 1.000 orang lebih,” katanya, Selasa (24/3/2026).

Keindahan alam sungai yang dipadukan dengan pengelolaan yang tertata rapi menjadi daya tarik utama bagi warga lokal maupun dari luar daerah untuk mengisi waktu libur mereka atau sekedar mampir setelah menempuh perjalanan jauh, mengingat lokasi destinasi wisata itu berada tepat dibahu jalan poros penghubung Kaltim-Kalsel.

Menariknya meskipun kawasan tersebut telah dikelola dengan fasilitas yang cukup memadai, pihak pengelola tetap berkomitmen untuk tidak menarik biaya masuk bagi para pengunjung. Hal itu dilakukan agar objek Wisata Sungai Terik tetap inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terbebani biaya tiket yang mahal.

Agung menjelaskan biaya yang ditarik dari pengunjung hanya ditujukan untuk jasa parkir kendaraan, hal tersebut dikarenakan area parkir yang disediakan berada di lahan pribadi milik pengelola. Adapun tarif parkir yang dikenakan sangat terjangkau yakni Rp5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp2.000 untuk roda dua.

“Selain itu, kita juga menyewakan fasilitas pendukung seperti toilet sebesar Rp3.000 sekali masuk, penyewaan ban sebesar Rp15.000, hingga gazebo yang disewakan seharga Rp50.000,” jelasnya.

Dengan tidak adanya pungutan biaya masuk, Agung mengingatkan agar setiap pengunjung memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami berharap pengunjung membuang sampah pada tempatnya, karena kita tidak ada biaya masuk, jadi mohon pengertiannya,” sebutnya.

Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI