BERAU – Upaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata di Kabupaten Berau terus menjadi perhatian DPRD Berau. Salah satunya melalui dorongan peningkatan fasilitas di Dermaga Wisata Sanggam yang dinilai sebagai pintu gerbang utama menuju berbagai destinasi unggulan di daerah tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menegaskan keberadaan dermaga tersebut sangat strategis, sehingga perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, modern, dan representatif.
“Pemerintah daerah perlu secara bertahap meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di area tersebut agar lebih representatif dan modern,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya sebagai titik awal perjalanan wisatawan, kondisi dermaga akan sangat memengaruhi kesan pertama terhadap Kabupaten Berau. Oleh karena itu, pembenahan fasilitas menjadi hal yang tidak bisa ditunda.
Grace mengusulkan agar dermaga dilengkapi dengan papan informasi digital yang memuat jadwal keberangkatan dan kedatangan speedboat secara real-time. Hal ini dinilai penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi penumpang.
“Lebih baik lagi jika dilengkapi dengan display prakiraan cuaca atau radar cuaca, sehingga wisatawan bisa mengetahui kondisi perjalanan sebelum berangkat,” jelasnya.
Selain fasilitas informasi, ia menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas umum yang ramah bagi semua kalangan. Di antaranya seperti area khusus merokok serta ruang laktasi bagi ibu menyusui.
“Fasilitas seperti ini terlihat sederhana, tetapi sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan standar pelayanan, terutama bagi wisatawan keluarga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Grace menekankan pengembangan Dermaga Wisata Sanggam harus masuk dalam skala prioritas penganggaran pemerintah daerah pada tahun mendatang. Menurutnya hal ini bukan hanya soal pelayanan transportasi, tetapi juga citra daerah di mata wisatawan.
“Ini soal bagaimana calon wisatawan melihat pelayanan kita di Berau. Jika dermaganya tertata rapi, cepat, dan modern, tentu akan memberikan kesan positif, bahkan bisa disejajarkan dengan pelayanan di kota-kota besar,” tuturnya.
Tidak hanya itu, ia mendorong adanya grand design atau perencanaan besar pengembangan dermaga yang melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinergi tersebut dinilai penting agar pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi wisatawan mancanegara, Grace turut mengusulkan penempatan petugas penerjemah atau translator di area dermaga. Keberadaan petugas tersebut diharapkan dapat membantu wisatawan asing memahami informasi penting, seperti jadwal keberangkatan dan lokasi destinasi wisata.
“Karena ini kawasan wisata, maka standar pelayanannya juga harus mengikuti standar pariwisata, bukan sekadar terminal penyeberangan biasa. Sudah saatnya Dermaga Wisata Sanggam naik kelas,” jelasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





