BERAU – Dugaan tindakan asusila yang terjadi di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius DPRD Berau. Kasus tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para orang tua, terhadap keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam menempuh pendidikan.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan tindakan asusila di lingkungan pendidikan merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun. Ia meminta agar kasus tersebut ditangani secara cepat, transparan, dan melalui proses hukum yang berlaku.
Menurutnya sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang, bukan justru menjadi tempat terjadinya tindakan yang merusak masa depan anak.
“Kami tidak ingin ada kompromi dalam kasus seperti ini. Jika terbukti, pelaku harus diproses secara hukum agar memberikan efek jera,” tegasnya, Sabtu (4/4/2026)
Ia mendesak Dinas Pendidikan Berau untuk segera mengambil langkah konkret tanpa menunggu tekanan publik semakin besar. Penanganan yang lambat dinilai hanya akan memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Selain itu, DPRD Berau turut menyoroti adanya kabar terkait penanganan kasus yang diduga hanya berujung pada sanksi administratif, seperti mutasi terhadap oknum yang terlibat. Menurut Dedy, langkah tersebut tidak cukup dan justru berpotensi menimbulkan risiko baru apabila pelaku masih berada di lingkungan pendidikan.
“Kalau hanya dipindahkan, itu bukan solusi. Justru bisa membahayakan di tempat lain. Ini harus diputus sampai tuntas,” ujarnya.
DPRD Berau menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban, baik dari sisi psikologis maupun sosial. Pendampingan harus diberikan secara maksimal agar korban dapat pulih dan tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Lebih jauh, DPRD Berau mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Penguatan mekanisme pelaporan, peningkatan peran guru dan tenaga kependidikan, serta edukasi kepada siswa dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Dirinya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus serupa hingga tuntas, serta memastikan adanya perbaikan sistem yang mampu menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh peserta didik di Kabupaten Berau.
“Kita ingin memastikan anak-anak kita benar-benar terlindungi. Jangan sampai ada lagi kasus serupa di sekolah,” jelasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





