SAMARINDA – Persiapan aksi besar-besaran yang dimotori oleh Aliansi Rakyat Kaltim mencapai puncaknya. H-1 menjelang aksi yang dijadwalkan pada Selasa (21/4/2026), suasana di posko persiapan Jalan S. Parman, Kota Samarinda, tampak dipenuhi antusiasme dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.
Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bela Monika, mengungkapkan dukungan masyarakat tidak hanya datang dalam bentuk moril, tetapi materiil yang luar biasa. Hingga Senin (20/4/2026), donasi uang tunai yang terkumpul telah menyentuh angka Rp31 juta.
“Dukungan benar-benar membeludak. Selain uang, bantuan berupa minuman, peralatan medis, makanan, hingga roti-rotian sangat banyak sampai tidak terhitung jumlahnya,” ujar Bela saat ditemui di posko.
Bela menekankan aksi tersebut merupakan akumulasi kemarahan rakyat terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang dinilai tidak pro rakyat. Uniknya, dukungan datang dari kalangan yang tak terduga.
“Ada pemulung yang datang menyumbang Rp5 ribu sambil menitipkan pesan bahwa ini uang dari masyarakat yang makin dimiskinkan pemerintah. Ada juga ibu penjual balon yang membawa satu dus minuman. Bahkan kawan-kawan disabilitas juga ikut berpartisipasi. Ini bukti bahwa keresahan ini nyata di semua elemen,” tambahnya.
Berbeda dengan demonstrasi sebelumnya yang didominasi mahasiswa, aksi esok hari diperkirakan akan diikuti oleh 3.000 hingga 5.000 orang yang tergabung dalam lebih dari 70 lembaga dan elemen masyarakat sipil.
“Massa dijadwalkan berkumpul di Islamic Center pukul 08.00 WITA. Adapun skenario pergerakan massa, titik pertama untuk menuntut Hak Angket guna mengaudit kebijakan Pemprov, massa akan bergerak ke sini untuk meluapkan aspirasi jika tuntutan di DPRD telah terpenuhi,” ungkapnya.
“Target utama kami adalah Hak Angket. Jika tidak diberikan, kami akan tetap bertahan di gedung DPRD sampai menang. Jika diberikan, baru kami bergeser ke Kantor Gubernur,” tambah Bela.
Mengingat estimasi massa yang besar, Aliansi Rakyat Kaltim mengimbau seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan mandiri, seperti menyiapkan kacamata pelindung dan perlengkapan pribadi lainnya.
“Kami minta massa tetap rasional dan tidak panik jika terjadi kekacauan (chaos). Tetap ikuti arahan Jenderal Lapangan atau Korlap dan jangan mudah terprovokasi oleh tekanan aparat di lapangan,” jelasnya.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





