NUSANTARA – Sebelum dipatenkan dan ditandatangani, rupanya ada empat desain kawasan legislatif-yudikatif yang disodorkan ke Presiden Prabowo Subianto. Ada sejumlah masukan diberikan termasuk soal tiang pilar, lampu penerangan, hingga warna interior gradasi hijau terinspirasi Les Ombres, Paris.
Disampaikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, Senin (20/4/2026), untuk kompleks yudikatif, jumlah pilar gedung Mahkamah Agung direvisi menjadi lima tiang yang sebelumnya lebih dari itu.
“Jumlah pilar gedung Mahkamah Agung direvisi menjadi lima sebagai simbol Pancasila. Sementara desain gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial tetap dipertahankan,” sebut Basuki.
Pada ruang sidang paripurna warna interior diubah menjadi gradasi hijau, Presiden rupanya terinspirasi dari restoran di Paris, Les Ombres. Restoran dimaksud tidak lain fine diningkontemporer Prancis yang terletak di atap (rooftop) Musée du quai Branly – Jacques Chirac, Paris, rancangan Jean Nouvel.
“Beliau menyampaikan warnanya seperti hijau l’ombre. Kita cari l’ombre itu apa gitu ‘kan? Ternyata restoran di Paris (Les Ombres). Hijaunya seperti itu (Les Ombres),” terang Basuki.
Tidak sampai di situ, Presiden memberi masukan pada segi penerangan kawasan.
Deputi Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menjelaskan desain lampu jalan yang awal dibuat dua sisi dengan sentuhan ornamen.
“Namun Presiden menyarankan ornamen hiasan pada tiang lampu dihilangkan. Kesannya sederhana namun fungsional,” ucapnya.
Pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif di IKN memang memasuki tahapan penting setelah desainnya dikoreksi dan disetujui Presiden Prabowo Subianto. Persetujuan itu sekaligus gong dimulainya konstruksi dengan target rampung paling lambat semester I 2028.
Keempat desain disusun setelah studi banding ke gedung parlemen di Mesir, Turki, dan India. Empat alternatif desain disiapkan Otorita IKN sebelum akhirnya dipilih dan disempurnakan langsung oleh presiden. Perkembangan tersebut terungkap pada kunjungan pimpinan MPR RI yang dikomandoi Ahmad Muzani ke IKN, Senin (20/4/2026).
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





