SAMARINDA — Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menembus angka di atas 90 persen. Capaian itu dinilai sebagai sinyal positif atas perbaikan layanan pelabuhan nasional, meski masih perlu diuji melalui peningkatan efisiensi logistik dan daya saing operasional di lapangan.
Berdasarkan survei yang dilakukan Laboratorium Suara Indonesia, sebanyak 90,2 persen responden menyatakan puas terhadap layanan terminal peti kemas.
Sementara itu, 85,8 persen responden mengaku puas terhadap layanan Pelindo secara umum. Survei tersebut melibatkan 1.090 responden dari berbagai kelompok pengguna jasa di 80 pelabuhan yang dikelola Pelindo, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,97 persen.
Direktur Eksekutif LSI, Ahmad Zaki, menjelaskan survei tersebut bertujuan mengukur persepsi sekaligus harapan pengguna jasa sebagai dasar peningkatan kualitas layanan.
“Kuesioner yang kami bagikan ini untuk mengukur sampai di mana kepuasan layanan yang diberikan Pelindo, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujarnya.
Secara operasional, tingkat kepuasan tercermin pada sejumlah indikator utama. Waiting time kapal tercatat sebesar 87,3 persen, layanan pemanduan kapal mencapai 88,2 persen, serta layanan terminal penumpang berada di angka 89,8 persen. Angka-angka ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas layanan yang berdampak pada kelancaran aktivitas pelabuhan.
Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai capaian kepuasan di atas 90 persen memang menjadi indikator positif. Namun menurutnya angka tersebut belum cukup untuk menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan sektor logistik nasional.
“Ketika tingkat kepuasan tinggi, ada dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: kinerja memang membaik atau ekspektasi pengguna jasa belum terlalu tinggi,” jelasnya.
Ia menekankan indikator kepuasan harus diiringi dengan ukuran yang lebih konkret, seperti penurunan biaya logistik, peningkatan kecepatan layanan, serta integrasi sistem transportasi antar moda.
Hal tersebut penting karena pelabuhan merupakan simpul strategis dalam sistem distribusi nasional yang berpengaruh langsung terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dalam konteks pembangunan nasional, meningkatnya kepuasan pengguna jasa dinilai menjadi sinyal awal transformasi layanan Pelindo mulai dirasakan di lapangan. Meski demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan capaian tersebut dapat diterjemahkan menjadi efisiensi logistik yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





