SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan bus sekolah listrik gratis untuk pelajar.
Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pemkab dalam meningkatkan akses pendidikan, sekaligus masuk dalam daftar 50 program unggulan kepala daerah yang mulai direalisasikan tahun ini.
Peluncuran bus ramah lingkungan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan tahap awal program masih dalam fase uji coba dengan satu unit armada.
“Pada tahap awal, kami operasikan satu unit sebagai uji coba untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional di lapangan,” ujar Mulyono kepada Media Kaltim Network, Rabu (6/5/2025).
Bus listrik tersebut sementara melayani pelajar di kawasan Sangatta Utara dengan rute prioritas menuju SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Menurut Mulyono, sekolah tersebut dipilih karena masih banyak siswa yang menghadapi kendala transportasi harian.
“Masih banyak pelajar yang kesulitan menjangkau sekolah. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Rute bus meliputi kawasan Hotel Pinang, Jalan APT Pranoto, hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Penentuan jalur itu disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas pelajar di wilayah tersebut.
Uji coba operasional dimulai sehari setelah peluncuran. Sementara layanan penuh akan diberlakukan setelah evaluasi awal rampung.
Seluruh biaya operasional ditanggung Dishub Kutim, sehingga pelajar dapat menikmati layanan tersebut secara gratis.
Sementara Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan program tersebut hadir untuk membantu pelajar yang selama ini kesulitan akses transportasi, khususnya dari keluarga yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Bus sekolah ini kami hadirkan agar anak-anak tidak lagi terkendala transportasi untuk berangkat ke sekolah,” tegas Ardiansyah.
Ia berharap keberadaan bus listrik itu dapat meningkatkan tingkat kehadiran siswa.
“Ke depan, kami ingin tidak ada lagi alasan siswa terlambat atau tidak masuk sekolah karena masalah kendaraan,” sambungnya.
Meski baru tersedia satu unit, Pemkab Kutim memastikan akan menambah armada secara bertahap. Bahkan sejumlah wilayah di luar Sangatta telah mengusulkan program serupa.
Selain itu, pemerintah daerah akan mengkaji penggunaan jenis armada lain yang sesuai dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





