Bandara IKN hingga April 2026, Baru 11 Pesawat Mendarat

NUSANTARA – Sejak dibangun hingga Mei 2025, sejauh ini, Bandara Very Very Important Person (VVIP) IKN atau yang kini bernama Bandara Internasional Nusantara baru mendaratkan sedikitnya 11 tipe pesawat. Angka itu setidaknya dari masa uji coba, penerbangan kepresidenan, hingga pejabat negara.

Secara visual dan fisik, Bandara tersebut memang dapat dibilang megah. Tapi untuk fungsi komersial Bandara ini masih menunggu payung hukum pasti. Infonya, lagi digodok di tingkat pusat.

Otorita IKN sebetulnya sudah menyusun rancangan peraturan yang akan menentukan tata kelola Bandara itu ke depan.

“Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sudah disampaikan oleh Otorita IKN kepada Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg),” sebut Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara IKN, Imam Alwan kepada wartawan April lalu.

Sementara itu, pujian datang dari Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, merasa terkesan saat pertama kali mendarat di Bandara Internasional Nusantara dalam kunjungannya ke IKN 20 April lalu. Dirinya menyebut Bandara itu begitu megah.

“Kesan kami turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan. Bandara Internasional Nusantara di IKN pertama begitu megah dan mewah,” ujarnya saat rangkaian kunjungan tersebut.

Soal pendaratan pesawat, terakhir (April 2026), Bandara tersebut didarati rombongan Pimpinan MPR RI dengan pesawat TNI AU bernomor registrasi A-7305 jenis Boeing 737-400.

Sebelumnya, pada 2025 didarati pesawat khusus Boeing 737-900 TNI Angkatan Udara yang dinaiki Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tepatnya Desember.

Mei 2025, runway bandara sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter itu didarati pesawat TNI AU Boeing 737 seri kepresidenan/VIP yang memuat Wapres dalam kunjungan resmi perdana ke IKN.

Medio 2024, dua jenis pesawat kepresidenan utama telah sukses mendarat membawa Presiden RI ke 7 waktu itu, Joko Widodo. Yakni Avro RJ-85 (BAE 146-200) tak lain pesawat kepresidenan berukuran medium yang menjadi pesawat pertama yang dinaiki Presiden mendarat di IKN pada 24 September 2024.

Lalu pada 11 Oktober di tahun yang sama, mendarat lagi Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 yang merupakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 (jet berbadan besar/narrow-body).

Sebelum digunakan oleh rombongan kepresidenan, TNI AU sudah lebih dulu melakukan serangkaian uji coba pendaratan menggunakan pesawat dinas militer. Yakni Boeing 737-200 & Boeing 737-400 yang merupakan pesawat komersil milik TNI Angkatan Udara ketika melakukan uji coba kelayakan pendaratan (proving flight).

Lalu pesawat angkut berat andalan TNI AU yang menguji kekuatan landasan pacu yaitu C-130 Hercules. Kemudian CN-295, pesawat angkut taktis militer buatan PTDI-Airbus. Satu lagi pesawat angkut ringan CASA C-212 yang digunakan pada tahap-tahap awal uji coba pendaratan.

Selain itu saat awal uji coba, Bandara tersebut didarati pesawat Bombardier Challenger CL 604 yakni jet pribadi komersil yang dioperasikan oleh PT Karisma Bahana Aviasi dalam rangka uji coba operasional bandara.

Kemudian Beechcraft King Air. Sebuah burung besi khusus dari Balai Fasilitas Kalibrasi Penerbangan Kementerian Perhubungan yang digunakan untuk menguji sistem navigasi dan visual bandara.

Meski banyak kalangan meragukan keberadaan Bandara itu kemungkinan sepi karena adanya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan Balikpapan dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari IKN via jalan tol, namun keberadaannya ke depan diyakini akan menjadi penopang ekosistem dan daya tarik calon ibu kota baru.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI