Lantik 19 Pejabat Tinggi Pratama, Bupati Peringatkan ASN Jangan Jadi Beban Pemerintah

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melantik 19 Pejabat Tinggi Pratama (PTP) yang terdiri dari 18 pejabat struktural dan satu pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

Pada pelantikan yang dilaksanakan di Pendopo Odah Etam, Jumat (8/5/2026) tersebut, Aulia menegaskan jabatan bukan hadiah, melainkan amanah yang harus dibayar dengan kerja nyata untuk masyarakat.

Dalam sambutannya, Aulia menegaskan pelantikan bukan sekadar agenda seremonial pergantian jabatan. Ia meminta pejabat yang baru dilantik menjadikan posisi baru sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kami menjamin, naiknya jabatan Bapak-Ibu sekalian, tidak ada satu pun kompensasi yang kami harapkan selain pengabdian Bapak-Ibu sekalian kepada masyarakat,” tegas Bupati.

Untuk itu dii hadapan pejabat yang baru dilantik, Aulia kemudian menyampaikan peringatan keras terkait etos kerja birokrasi di Kukar. Ia mengingatkan masa kerja pemerintahan berjalan cepat dan tidak ada ruang bagi ASN yang tidak serius bekerja.

Aulia mengatakan masa efektif pemerintahannya kini hanya menyisakan sekitar empat tahun. Karena itu, seluruh pejabat diminta bergerak cepat menjalankan program dan turun langsung melihat kebutuhan masyarakat.

Ia meminta pejabat yang tidak mampu bekerja secara maksimal untuk mengundurkan diri, daripada menjadi beban organisasi pemerintah daerah.

“Kalau Bapak-Ibu sekalian tidak sanggup untuk jadi piawai, silakan lambaikan tangan dan mengundurkan diri. Jangan menjadi beban untuk organisasi pemerintah daerah Kukar,” sambung Aulia.

Peringatan itu menjadi penekanan penting dalam pelantikan pejabat kali ini. Aulia mengaku tidak ingin ada aparatur yang hanya memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau sekadar menikmati fasilitas birokrasi.

Ia menegaskan dirinya tidak akan mentolerir pegawai yang hanya ingin dilayani.

“Saya tidak akan menolerir pegawai-pegawai yang hanya mau dilayani. Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita melayani masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Aulia meminta pejabat di lingkungan Kecamatan dan pejabat di wilayah lebih aktif turun ke masyarakat. Menurutnya pola pemerintahan saat ini sudah berubah karena masyarakat semakin kritis terhadap kinerja pemerintah.

Kata Aulia, warga kini tidak hanya menunggu hasil pembangunan, tetapi ingin melihat langsung proses kerja pemerintah di lapangan.

“Masyarakat sekarang sudah sangat melek dengan kerja-kerja kita. Mereka tidak harus menunggu hasil kinerja kita, akan tetapi masyarakat hari ini mereka ingin melihat kerja-kerja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung soal dokumen perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya dokumen perencanaan tidak bersifat kaku dan tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Dokumen perencanaan kita bukanlah kitab suci yang tidak bisa diubah dan kita bisa ubah jika tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat,” tutup bupati.

Adapun pejabat yang dilantik di antaranya Mauritz Silalahi sebagai Direktur RSUD AM Parikesit Kukar, Ismi Mufiddah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kukar, serta Muhammad Iryanto yang dipercaya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar.

Selain itu, Slamet Hadiraharjo dilantik di Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kukar. Sementara Erry Suparjan menjabat Sekretaris Camat Kota Bangun dan Ahmad Husaeni sebagai Sekretaris Camat Kota Bangun Darat.

Pelantikan mencakup sejumlah pejabat teknis di lingkungan Pemkab Kukar. Di antaranya Yulius Rahman sebagai Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar serta Antoni Kusbiantoro sebagai Kabid Perencanaan Perekonomian dan SDA Bappeda Kukar.

Kemudian Gondo Sulistiowati dilantik sebagai Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Imama Safaria sebagai Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, serta Aji Gazali Rahman sebagai Kabid Pengembangan dan Pembenihan Disbun Kukar.

Nama lainnya yakni Iwan Hermawan sebagai Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Ediyana sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Bangun Darat, Andri Wirawan sebagai Sekretaris Camat Samboja, Fatmawati sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial Muara Jawa, serta M Ridwan sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Kukar.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI