SAMARINDA — Polemik hak angket DPRD Kaltim terus menjadi perhatian publik. Setelah sempat menguat lewat dukungan lintas fraksi dan tekanan mahasiswa, proses pembahasan kini justru dinilai mulai kehilangan arah.
Belum digelarnya rapat paripurna memunculkan berbagai spekulasi politik. Sejumlah pengamat menilai ada tarik-menarik kepentingan di balik senyapnya proses lanjutan hak angket tersebut. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Hak angket sebelumnya disebut sebagai langkah politik penting untuk menjawab keresahan publik terhadap sejumlah kebijakan dan dinamika pemerintahan di Kaltim. Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah usulan tersebut benar-benar akan dilanjutkan atau justru berhenti di tengah jalan.
Di sisi lain, publik mulai menyoroti “marwah Karang Paci” sebagai simbol kehormatan DPRD Kaltim. Banyak pihak menilai lembaga legislatif harus mampu menunjukkan independensi dan keberanian politik dalam menyikapi aspirasi masyarakat.
Polemik ini diperkirakan masih akan terus berkembang, terlebih isu hak angket telah menjadi sorotan luas di ruang publik maupun media sosial dalam beberapa pekan terakhir.
Pembaca Setia Radar Media!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
https://koran.radarmedia.id
https://digital.radarmedia.id/rm12mei2026/mobile/
Radar Media – Aktual dan Terpercaya.





