TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengusulkan lima desa untuk masuk dalam program nasional Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini disiapkan sebagai langkah membangun kawasan nelayan modern sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Lima desa yang diusulkan masing-masing Desa Pela, Desa Sangkuliman, Desa Semayang, Desa Jantur, dan Desa Kersik.
Program tersebut digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai konsep pembangunan kawasan nelayan terpadu. Tidak hanya berfokus pada aktivitas penangkapan ikan, kawasan itu juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, mengatakan usulan lima desa itu saat ini masih menjalani proses verifikasi dan validasi di kementerian terkait, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya Kukar terus didorong untuk aktif mengakses program tersebut karena memiliki banyak kawasan pesisir dan desa nelayan.
“Karena ini program prioritas pemerintah pusat, kami terus didorong untuk mengakses program ini mengingat banyaknya desa nelayan di Kukar,” ujar Muslik.
Muslik menjelaskan dari hasil komunikasi sementara dengan pemerintah pusat, tiga desa mulai masuk tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Ketiga desa tersebut yakni Desa Pela, Desa Sangkuliman, dan Desa Semayang.
Tahap DED menjadi langkah awal penting sebelum program pembangunan fisik dijalankan. Dalam rancangan program itu, kawasan nelayan nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Fasilitas yang disiapkan meliputi SPBUN untuk nelayan, tempat pendaratan ikan, bengkel perahu, balai pertemuan hingga kawasan kuliner pesisir.
Konsep itu disebut berbeda dengan pembangunan kampung nelayan biasa karena seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dirancang terintegrasi dalam satu kawasan.
“Konsepnya kawasan terpadu, jadi bukan hanya soal nelayannya saja, tapi bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat juga bisa tumbuh,” kata Muslik.
Selain program Kampung Nelayan Merah Putih, DKP Kukar sebelumnya juga menjalankan program Kampung Budidaya Nila di Kecamatan Loa Kulu.
Program tersebut mencakup lima desa binaan sebagai bagian dari penguatan sektor budidaya ikan air tawar di Kutai Kartanegara.
Pemkab Kukar berharap program Kampung Nelayan Merah Putih dapat direalisasikan pemerintah pusat sehingga daerah memiliki kawasan nelayan modern yang terintegrasi.
Keberadaan kawasan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
“Harapan kita tentu ada kawasan nelayan modern yang bisa dibangun di Kutai Kartanegara melalui program pemerintah pusat ini,” jelas Muslik.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





