KETERSEDIAAN hewan kurban di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Iduladha 1447 Hijriah menunjukkan tren awal yang relatif stabil. Hingga pertengahan Mei 2026, sedikitnya 17 ekor sapi telah terdata sebagai hewan kurban yang dihimpun oleh panitia di lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang puncak pelaksanaan Iduladha.
Ketua Panitia Kurban Otorita IKN, Muji Budda’wah, menyebutkan bahwa distribusi dan partisipasi kurban tahun ini masih didominasi oleh internal pegawai, meski ada potensi tambahan dari pemerintah daerah dan sektor swasta di kawasan IKN.
“17 sapi. Masih nambah, optimistis,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Muji, angka tersebut belum mencerminkan total keseluruhan hewan kurban di kawasan inti pemerintahan. Dua ekor sapi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum termasuk dalam pendataan awal, begitu pula kontribusi dari BUMN maupun perusahaan yang beroperasi di IKN.
“Belum (kalangan BUMN). Masih pegawai,” jelasnya.
Dari sisi manajemen distribusi, hewan kurban yang terkumpul tidak seluruhnya akan disembelih di satu titik. Panitia memusatkan penyembelihan di Masjid Negara IKN, namun sebagian hewan akan dialokasikan ke masjid-masjid sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), guna memastikan distribusi daging kurban menjangkau masyarakat yang lebih luas di sekitar area pembangunan ibu kota baru.

Selain itu, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) juga dipastikan akan melaksanakan penyembelihan secara mandiri, melanjutkan pola tahun sebelumnya yang melibatkan sapi dan kambing untuk kebutuhan pekerja di kawasan proyek strategis nasional tersebut.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban di IKN menunjukkan skala yang lebih besar dan lebih tersebar. Pada Iduladha 1446 Hijriah, tercatat 31 ekor sapi dan 3 ekor kambing disembelih dan didistribusikan di berbagai titik kawasan.
Pada saat itu, dua ekor sapi bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, disalurkan ke Desa Pamaluan dan Desa Bumi Harapan di Kecamatan Sepaku. Sementara distribusi lainnya mencakup desa, kelurahan, hingga hunian pekerja dan lingkungan kantor Otorita IKN.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, sebelumnya juga menegaskan bahwa pelaksanaan kurban di IKN tidak hanya menjadi kegiatan ibadah, tetapi juga bagian dari mekanisme distribusi sosial di tengah komunitas yang terus bertumbuh di kawasan ibu kota baru.
Dengan sistem distribusi yang melibatkan berbagai titik, hewan kurban di IKN tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi penyembelihan, melainkan tersebar hingga ke wilayah permukiman pekerja dan desa-desa sekitar. Pola ini menunjukkan bahwa pengelolaan kurban di IKN bergerak mengikuti dinamika pembangunan kawasan yang masih berlangsung.
Di tengah proses transisi tersebut, hewan kurban menjadi salah satu indikator keterhubungan sosial antara aparatur negara, pekerja konstruksi, dan masyarakat sekitar dengan sapi dan kambing bukan sekadar simbol ibadah, tetapi juga bagian dari rantai distribusi pangan musiman di pusat pemerintahan baru Indonesia tersebut. (MK)





