Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sapi yang beredar di pasaran dalam kondisi sehat, layak dikurbankan, dan aman dikonsumsi masyarakat dalam rangkan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), pemantauan intensif kini dilakukan di sejumlah titik penjualan hewan kurban yang mulai ramai menjelang Lebaran Haji. Pemeriksaan tidak hanya menyasar kondisi fisik ternak, tetapi juga lingkungan kandang, pola distribusi hewan, hingga potensi masuknya penyakit dari luar daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani mengatakan, peningkatan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman penyakit hewan di tengah tingginya mobilitas ternak menjelang Iduladha.
Menurutnya, lonjakan kebutuhan sapi kurban setiap tahun selalu diiringi peningkatan lalu lintas distribusi hewan, baik dari peternak lokal maupun pasokan luar daerah. Kondisi tersebut dinilai rawan memicu penyebaran penyakit ternak apabila tidak diawasi secara ketat sejak dini.
“Kalau ditemukan indikasi penyakit, langsung kami tangani,” kata Rifani.
Ia menjelaskan, patroli lapangan kini rutin dilakukan oleh tim Distanak ke kandang-kandang peternak hingga lokasi penjualan sapi di berbagai kecamatan. Intensitas pengawasan bahkan akan ditingkatkan mendekati hari pelaksanaan kurban.
Puncak pemeriksaan dijadwalkan berlangsung beberapa pekan sebelum Iduladha. Petugas akan turun langsung ke pusat-pusat penjualan untuk memastikan hewan yang dipasarkan memenuhi standar kesehatan dan syarat kurban.
“Nanti puncaknya beberapa minggu sebelum Lebaran Haji, kami akan turun langsung ke pusat-pusat penjualan sapi untuk memastikan kesehatan hewan dan menjamin hewan tersebut siap dijadikan kurban,” ujarnya.
Pengawasan tahun ini menjadi perhatian khusus karena musim kemarau dinilai berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit ternak. Cuaca panas dan minimnya ketersediaan air bersih dapat memengaruhi kondisi kesehatan sapi apabila manajemen kandang tidak dilakukan dengan baik.
Karena itu, Distanak Kukar juga mengawasi kebersihan kandang, kualitas pakan, hingga sanitasi lingkungan peternakan. Selain pemeriksaan fisik seperti suhu tubuh, kondisi mulut, mata, kuku, dan kulit ternak, petugas turut memastikan hewan tidak menunjukkan gejala penyakit menular.
Rifani memastikan, hingga saat ini kondisi hewan kurban di Kukar masih relatif aman dan terkendali. Peternak lokal juga dinilai cukup siap menghadapi peningkatan permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
Meski demikian, pemeriksaan akhir tetap akan dilakukan sebelum hewan didistribusikan atau dijual kepada masyarakat. Langkah tersebut dianggap penting untuk menjamin hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan sesuai ketentuan syariat.
“Sekarang kami terus keliling memantau, takutnya ada penyakit yang bisa menyerang hewan kurban,” ucap Rifani.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kukar juga mulai menyiapkan distribusi bantuan hewan kurban untuk masyarakat di seluruh kecamatan. Tahun ini, sebanyak 72 ekor sapi kurban disiapkan Pemkab Kukar melalui program rutin tahunan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kukar, Fathul Alamin mengatakan, bantuan tersebut berasal dari Bupati dan Wakil Bupati Kukar sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat menjelang Iduladha.
Ia menyebut, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun perusahaan swasta masih dalam tahap pendataan.
Distribusi hewan kurban ditargetkan selesai paling lambat tiga hari sebelum Hari Raya Iduladha agar dapat segera disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh wilayah Kukar.
Selain bantuan daerah, Kukar juga dipastikan menerima satu ekor sapi limosin bantuan Presiden Republik Indonesia. Saat ini pemerintah daerah masih melakukan survei lokasi penerima untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
“Memang tahun ini jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu, tetapi kami tetap berupaya agar distribusinya merata dan tepat sasaran di seluruh kecamatan,” ujar Fathul. (MK)





