SAMARINDA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) menggelar aksi bertajuk ‘215’ di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis (21/5/2026). Massa mendesak agar Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, turun langsung menemui demonstran dan mendengar tuntutan mereka.
Aksi yang berlangsung panas itu diwarnai dengan dorongan terhadap pagar Kantor Gubernur Kaltim serta pembakaran ban di tengah jalan. Massa tampak bertahan di lokasi hingga pukul 14.50 WITA dan diperkirakan berlanjut hingga sore hari.
Koordinator Lapangan APMK, La Ode, menegaskan massa ingin masuk ke dalam Kantor Gubernur Kaltim untuk bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kalimantan Timur tersebut.
“Biarkan kami masuk pak, ini rumah kami, kami ingin bertemu dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud,” kata La Ode dari atas mobil komando di hadapan petugas keamanan dan peserta aksi.
Dalam aksinya, APMK membawa sejumlah tuntutan. Selain meminta bertemu langsung dengan gubernur, mereka juga mendesak agar proses hak angket terhadap pemerintahan Provinsi Kaltim terus dilanjutkan. Massa bahkan menyerukan evaluasi total terhadap kebijakan gubernur hingga tuntutan agar gubernur mundur dari jabatannya.
Tidak hanya itu, demonstran menyinggung dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dinilai marak di bawah kepemimpinan pemerintahan saat ini.
“Kami menyampaikan ini sebagai rakyat Kaltim dari kajian kami juga bentuk aspirasi. Bahwa di masyarakat kami sedang mengalami kesempitan ekonomi. Kami minta agar gubernur menemui kami,” tegas La Ode.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa sebelumnya lebih dahulu menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur sekitar pukul 12.00 WITA. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Gajah Mada sempat tersendat akibat konsentrasi massa dan pembakaran ban di badan jalan.
Hingga sore hari massa aksi masih bertahan di depan Kantor Gubernur Kaltim sambil menunggu respons dari pihak Pemerintah Provinsi Kaltim.
Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





