SAMARINDA – Sebuah inovasi unik lahir dari tangan kreatif mahasiswa dalam gelaran pameran BIO EXPO yang berlangsung di Aula Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.
Salah satu stan pameran berhasil menarik perhatian pengunjung dengan menyajikan produk salah satunya minuman herbal berbahan dasar kembang telang yang diubah menjadi Teh Telang.
Mahasiswi dari Program Studi Tadris Biologi sekaligus salah satu pemilik booth, Cindi Amelia Putri, menjelaskan inovasi tersebut merupakan wujud pemanfaatan tanaman obat khas Samarinda yang dikembangkan di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Berbeda dengan varian teh telang yang biasa ditemui di kafe-kafe komersial, produk buatan Cindi dan timnya tersebut mengusung konsep herbal murni (pure herbal).
“Kalau di kafe-kafe biasanya teh telang dicampur dengan susu atau gula aren agar lebih kekinian. Namun, produk kami ini benar-benar pure herbal untuk kesehatan dan relaksasi,” ujar Cindi saat diwawancarai di sela-sela kegiatan pameran, Kamis (21/5/2026).
Cindi membeberkan proses pembuatan teh telang tersebut dimulai dari pengeringan kembang telang yang kemudian dihaluskan menggunakan blender. Tidak sendirian, bubuk kembang telang tersebut dikombinasikan dengan campuran bahan rempah lain yang juga dikeringkan dan dihaluskan sendiri oleh rekannya.
Selain kembang telang, teh ini diperkaya dengan jahe biasa, kunyit, dan serai. Selain itu, untuk menjaga khasiat herbalnya, takaran manisnya pun dibatasi yaitu hanya menggunakan sekitar satu sendok teh gula.
Menariknya kembang telang memiliki sifat alami yang sangat sensitif terhadap tingkat keasaman (pH). Cindi menjelaskan apabila teh telang yang berwarna biru alami itu ditambahkan perasan lemon yang bersifat asam, warnanya akan langsung berubah menjadi merah muda (pink).
Cindi merekomendasikan teh telang tersebut untuk dikonsumsi pada malam hari, terutama setelah seharian penuh beraktivitas dan bekerja. Kandungan alami dari kembang telang dan perpaduan rempah di dalamnya diklaim mampu memberikan efek menenangkan, meredakan stres, serta membantu mereka yang mengalami kesulitan tidur (insomnia).
“Teh ini paling enak diminum dalam kondisi hangat saat tubuh terasa capek setelah pulang kerja. Efeknya sangat menenangkan dan membuat tidur jadi jauh lebih rileks,” tambahnya.
Meski lebih nikmat disajikan hangat untuk relaksasi, teh itu bisa disajikan dingin sesuai selera. Cindi menambahkan konsumen boleh saja menambahkan sedikit susu, asal tidak berlebihan agar tidak mengurangi khasiat herbal asli dari teh tersebut.
Melalui inovasi tersebut, Cindi dan rekan-rekannya dari Tadris Biologi berharap dapat menginspirasi masyarakat luas, khususnya para pembaca, untuk lebih memanfaatkan tanaman obat lokal menjadi konsumsi harian yang kaya manfaat.
“Rasanya pas, tidak terlalu asam, tidak terlalu manis, dan tidak pahit. Semoga resep inovasi tanaman obat khas Samarinda ini bisa menginspirasi yang lain,” ungkap Cindi.
Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo





