BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau memberi perhatian serius terhadap kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Potong Hewan (RPH) Gunung Tabur.
Fasilitas yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan limbah itu dilaporkan mengalami gangguan akibat sejumlah pipa pecah dan pompa air yang tidak lagi berfungsi maksimal.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kerusakan tersebut diduga dipicu aktivitas lalu lintas sapi berukuran besar yang setiap hari melintasi area instalasi.
Menurutnya kondisi itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berpotensi mengganggu operasional rumah potong sekaligus berdampak terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
“IPAL ini berkaitan langsung dengan pengelolaan limbah. Kalau rusak tentu harus segera diperbaiki agar pelayanan tidak terganggu,” ujarnya.
Pemkab Berau berencana melakukan pembenahan agar sistem pengolahan limbah di RPH kembali berjalan optimal. Terlebih, aktivitas pemotongan hewan di RPH Gunung Tabur masih cukup tinggi.
“Data hingga Mei 2026 ada sebanyak 105 ekor sapi sudah dipotong, dengan rata-rata enam ekor per hari,” katanya.
Pada sisi lain, jumlah hewan kurban yang masuk ke RPH tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Apabila pada Iduladha tahun lalu jumlah sapi yang dipotong mencapai sekitar 28 ekor, tahun ini diperkirakan hanya berkisar 14–15 ekor.
Meski jumlah pemotongan hewan kurban di RPH menurun, pemerintah daerah memastikan keberadaan fasilitas tersebut tetap vital.
“Selain jadi pusat pemotongan hewan yang terkontrol, RPH juga berperan menjaga standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan bagi masyarakat,” jelasnya. (rm/adv/dez)
Editor: Yahya Yabo





