Jakarta Jadikan IWDF 2026 Mesin Baru Penggerak Ekonomi Kreatif

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai penyelenggaraan Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 tidak hanya berperan sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Ibu Kota.

Menurut Rano, berbagai kegiatan berbasis seni dan budaya dapat menjadi salah satu strategi untuk menjaga pergerakan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

“Kondisi ekonomi dunia memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak boleh terjebak dalam situasi itu,” kata Rano saat membuka IWDF 2026 di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan pengembangan ekonomi daerah tidak semata bergantung pada sektor bisnis konvensional. Aktivitas budaya, kreativitas, dan olahraga juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Karena itu, kita harus melakukan pembiayaan kreatif, bukan hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga lewat kebudayaan, kreativitas, dan olahraga,” ujarnya.

IWDF 2026 digelar di Pos Bloc, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia sekaligus rangkaian menuju perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang memiliki identitas budaya yang kuat.

Rano mengungkapkan jumlah peserta dan pengunjung festival tahun ini meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. IWDF 2026 diikuti lebih dari 1.200 penari yang berasal dari sekitar 80 sanggar tari serta dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung.

“Kalau tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, sekarang sudah mencapai 1.200 orang. Hampir 80 sanggar terlibat, bahkan juga mengundang peserta dari Korea. Ini menandakan bahwa tari di dunia sudah menjadi bagian dari kolaborasi budaya,” katanya.

Ia berharap festival tersebut terus berkembang menjadi ruang kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan komunitas seni, pelaku industri kreatif, dan para maestro budaya dalam satu wadah.

“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai panggung budaya dunia. Untuk perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, kami sedang menyiapkan berbagai agenda internasional yang melibatkan lebih banyak negara dan perwakilan dari berbagai benua,” ujar Rano.

IWDF 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Rosmala Sari Dewi. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari parade tari, lokakarya, pertunjukan seni, battle dance fusion, flashmob, kompetisi tari, hingga penampilan seniman nasional dan internasional di sejumlah lokasi di Jakarta.

Sebagai salah satu festival budaya terbesar yang digelar Pemprov DKI Jakarta pada 2026, IWDF 2026 mencatat peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun pengunjung.

Kehadiran lebih dari 1.200 penari dan sekitar 10 ribu pengunjung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seni budaya yang kini semakin dipandang sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi kreatif Jakarta.

Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI