Bupati Sri Dukung Pengrajin Berau Ciptakan Busana Kreatif Berbahan Batik dan Tenun Lokal

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mendorong para pengrajin dan pelaku usaha fesyen lokal untuk memanfaatkan perkembangan industri busana sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.

Sri Juniarsih Mas mengatakan meningkatnya tren mode dan gaya hidup masyarakat membuka ruang besar bagi tenaga penjahit kreatif untuk berkembang.

Ia menilai kemampuan menjahit tidak hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Industri busana yang semakin berkembang merupakan peluang yang harus kita ambil. Kebutuhan tenaga penjahit kreatif sangat diperlukan seiring meningkatnya gaya hidup dan mode kekinian,” ujarnya.

Sri Juniarsih mengajak para pengrajin untuk lebih berani berinovasi dengan mengolah batik dan tenun khas Berau menjadi produk fesyen yang memiliki nilai jual tinggi.

“Batik dan tenun kita punya potensi besar. Jika dikemas dengan desain yang menarik, saya yakin produk kita bisa semakin dikenal dan punya pasar yang lebih luas,” katanya.

Lebih lanjut, Sri Juniarsih menegaskan penguatan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

“Selain meningkatkan keterampilan, saya ingin ibu-ibu menjadi lebih mandiri secara ekonomi demi ketahanan keluarga,” tegasnya.

Bupati Sri Juniarsih meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau untuk terus memberikan pembinaan kepada para pengrajin.

“Strategi pemasaran dan promosi juga harus ditingkatkan agar hasil karya masyarakat semakin dikenal,” jelas Sri Juniarsih. (rm/adv/dez)

Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI