BONTANG – Untuk mencegah kebocoran retribusi daerah pada sektor parkir, Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, meminta untuk diberlakukannya sistem parkir elektronik. Hal ini akan mengurangi kebocoran retribusi.
Menurut Bonnie, apabila terdapat petugas yang melakukan penarikan retribusi atau karcis parkir, identitas dan legalitas petugas tersebut harus jelas sehingga masyarakat mengetahui penarikan dilakukan secara resmi.
“Kalau memang resmi, maunya ada tanda bahwa dia sebagai petugas penagih karcis atau petugas parkir. Kita juga tidak tahu sekarang sudah diberlakukan atau belum mengenai hal itu, tetapi harapan kami jangan sampai ada kebocoran data maupun kebocoran pendapatan,” ungkapnya, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai penggunaan sistem pembayaran non tunai seperti QRIS atau sistem elektronik lainnya akan lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Selain memudahkan masyarakat, sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan retribusi.
“Memang lebih baik menggunakan QRIS atau sistem elektronik karena itu sudah ada perdanya. Bahkan pada 2024 tarifnya sudah diatur di dalam perda tersebut. Mulai dari kendaraan kecil, hingga kendaraan besar,” katanya.
Bonnie menyoroti mekanisme penarikan retribusi di kawasan wisata Bontang Kuala. Menurutnya lokasi penarikan tiket yang pernah diterapkan di area depan dan dekat pemukiman warga dinilai kurang tepat.
Ia menegaskan penarikan retribusi seharusnya dilakukan di lokasi yang telah disiapkan pemerintah secara resmi sebagai titik pelayanan dan pemungutan retribusi.
“Memang yang menjadi catatan sebelumnya adalah lokasi penarikan tiket yang berada di depan dan wilayah permukiman. Seharusnya dilakukan di tempat yang memang telah dibangun pemerintah sebagai lokasi penarikan retribusi di Bontang Kuala,” jelasnya.
Komisi C DPRD Kota Bontang berharap pengelolaan parkir dan retribusi wisata ke depan dapat dilakukan secara lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat maupun pengunjung.(rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





