G7 KAIH Rencana Diimplementasikan, K3S Mahulu Gelar Penguatan dan Susun SOP Anti Perundungan

MAHULU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) menggelar kegiatan Penguatan Sekolah Aman dan Nyaman serta Implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7 KAIH) jenjang Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tiga hari tersebut dimulai Kamis, 4 Juni hingga Sabtu, 6 Juni 2026 itu diikuti seluruh Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Dasar (SD) Swasta se-Kabupaten Mahakam Ulu. Kegiatan tersebut dijadikan wadah strategis perkuat komitmen kepala sekolah ciptakan lingkungan pendidikan aman, nyaman, inklusif, ramah anak, sekaligus dorong implementasi G7 KAIH di seluruh satuan pendidikan dasar.

Kasi Pendidikan Dasar Disdikbud Mahulu, Cecilia Erika Marthina, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan tingkatkan pemahaman dan komitmen kepala sekolah dalam ciptakan lingkungan belajar aman nyaman. Sekaligus susun strategi implementasi G7 KAIH dan jadi ruang diskusi pemecahan masalah tantangan sekolah di wilayah Mahulu.

Menurut Cecilia, lewat forum K3S kepala sekolah dapat berbagi pengalaman dan solusi hadapi kendala geografis serta administratif di daerah pedalaman.

“Hasil kegiatan, seluruh peserta sepakat komitmen wujudkan sekolah aman nyaman lewat penyusunan SOP pencegahan perundungan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Cecilia menambahkan masing-masing sekolah rumuskan rencana aksi implementasi G7 KAIH lewat program pembiasaan karakter. Nilai dan kearifan lokal Mahulu tetap diintegrasikan.

“Kegiatan ini juga perkuat jejaring dan solidaritas antar kepala sekolah hadapi tantangan pendidikan dasar. Mulai keterbatasan akses, logistik, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan mutu pendidikan wilayah hulu Mahakam,” katanya.

Sekretaris Disdikbud Mahulu, Bungai, menegaskan sekolah bukan hanya tempat belajar mengajar, tapi ekosistem yang memberikan rasa aman nyaman bagi peserta didik.

“Pada 2026 momentum perkuat fondasi pendidikan. Sekolah bukan sekadar gedung, tapi ekosistem yang jamin rasa aman nyaman. Sekolah nyaman lahirkan kreativitas, sekolah aman tumbuhkan karakter kuat,” ujarnya.

Ia tekankan peran kepala sekolah sebagai pemimpin dan teladan implementasi G7 KAIH agar jadi budaya hidup di sekolah.

“Saya harap G7 KAIH tak berhenti jadi program atau slogan, tapi terinternalisasi dalam budaya sekolah sehari-hari. Kepala sekolah harus jadi teladan utama agar anak kita tumbuh berkarakter kuat, cerdas, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Pemkab Mahulu berharap kegiatan itu ciptakan sinergi kuat antar satuan pendidikan. Tujuannya wujudkan generasi penerus cerdas, berkarakter, berbudaya, dan siap hadapi tantangan masa depan. (rm/adv/diskominfomahulu)

Pewarta: Ichal
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI