Greater Nusantara, Hal Wajib untuk Pertaruhan Eksistensi IKN

NUSANTARA – Sebagai wilayah baru, keberadaan Ibu Kota Nusantara sebagai daerah baru di Tanah Air butuh ditopang wilayah lain di sekitarnya agar dapat berkembang optimal. Sekaligus dapat menghapus stigma luar yang sinis dengan eksistensi IKN.

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menjelaskan manfaat pembangunan IKN perlu terus diperluas melalui penguatan keterhubungan antar wilayah. Menurutnya Nusantara tidak dapat berkembang secara optimal tanpa dukungan dan kolaborasi dengan kota-kota di sekitarnya.

“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujar Pungky.

Dalam penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP), muncul kebutuhan untuk memperluas cakupan kerja sama regional agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks serta memastikan manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan secara lebih merata.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, konsep Tiga Kota yang diamanatkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 berkembang menjadi Greater Nusantara yang mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perluasan tersebut didasarkan pada kuatnya keterkaitan kedua kabupaten tersebut dengan IKN, baik sebagai penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, simpul logistik, kawasan industri, maupun bagian dari rantai pasok ekonomi regional.

Prof. Norihisa Shima dari Toyo University, menyampaikan pembangunan IKN akan memberikan dampak yang semakin besar apabila setiap daerah di sekitarnya memiliki peran yang jelas dan saling terintegrasi.

“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain,” ujar Shima.

Sementara itu, Prof. Fumihiko Seta dari The University of Tokyo, mengungkapkan apresiasinya terhadap perkembangan pembangunan Nusantara dan menilai pengelolaan kawasan metropolitan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.

“Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” ujar Seta.

Pembangunan IKN yang mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya itu dibahas dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk ‘Regional Collaboration For Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy)’ dan ‘Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region’ yang digelar, Jumat (5/6/2026).

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI