50 Peserta Dilatih Moodboard and Visual Direction, OIKN-BI Beri Ruang Pelaku Wastra

NUSANTARA – Pelaku ekonomi kreatif Wastra khususnya batik benar-benar diberi ruang luas oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk berkembang. Agar semakin andal dan mumpuni sebagai pelaku ekonomi kreatif, sedikitnya 50 pembatik dan ecoprint dilatih pengembangan kapasitas dan keterampilan oleh Otorita IKan (OIKN) kerja sama Bank Indonesia (BI) IKN.

Mereka bergabung dalam workshop Pengembangan Motif Batik dengan narasumber dari Tepa Selira, tidak lain jenama dari brand pakaian yang berbasis kain wastra (wastra) Indonesia, yang dimotori Ali Eunoia sang Co-Founder Tepa Selira. Workshop digelar di Multifuntion Hall Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (17/6/2026).

Sedikitnya 50 pengrajin dari 9 kelompok, mengikuti kegiatan tersebut. Tiga kelompok batik, dan enam kelompok ecoprint.

Direktur Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menjelaskan workshop tersebut merupakan tahap lanjutan kegiatan sebelum-sebelumnya yang sudah digelar. Dimaksudkan peningkatan keterampilan dari pelatihan tidak terputus, sebaliknya terus berkembang.

“Kita sudah punya roadmap untuk meningkatkan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di bidang wastra. Jadi hari ini kita melakukan pengembangan batik, nanti selanjutnya tentu saja akan berlanjut lagi bagaimana membuat desainnya jadi itu akan bertahap sampai pada akhirnya kita berharap akan ada produk batik yang memiliki daya saing tinggi, produk-produk yang berkualitas dan juga tentu saja representatif untuk mewakili wastra IKN,” terang Muhsin.

Workshop itu didukung penuh Bank Indonesia IKN. Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) BI IKN, Aura Pandu Wirawan, mengajak semua berkolaborasi bersama untuk wastra IKN semakin berkualitas.

“Jadi memang ini nanti ada kelanjutannya. Biar ada peningkatan wastranya. Pelaku-pelaku usaha kreatif ini perlu peningkatan kualitas agar naik kelas. IKN semakin lama semakin ramai. Jadi hasil wastranya harus bisa lebih keren, sehingga nantinya bisa jadi buah tangan pengunjung yang ke IKN. Nah untuk itu, kita semua mesti berkolaborasi,” ujarnya.

Pandu menyarankan workshop itu benar-benar dimanfaatkan peserta. Ia melihat saat ini motif yang dibuat masih standar. Ia berharap setelah pelatihan keterampilan makin terasah sehingga ada corak pembeda antara IKN, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara mulai motif, desain, hingga warna.

Sementara itu, peserta pelatihan asal Kecamatan Samboja Barat, Juliana dan Nur Hamsia, antusias mengikuti workshop tersebut.

“Kami dari Wastra Jejak Daun atau Eko Green. Kami berempat mengikuti pelatihan, hari ini ilmu yang akan kami dapatkan yaitu bagaimana menentukan motif terhadap produk yang akan kami tentukan nanti. Jadi mulai dari membuat pola. Ada pun untuk penentuan motif itu kita ambil dari seputar IKN. Yang pastinya hari ini kita akan dapat ilmu terbaru karena akan mengolaborasikan ecoprint dan membatik,” sebutnya.

Workshop itu akan dilaksanakan hingga Jumat (19/6/2026) dengan sejumlah materi antara lain mengolah hasil observasi dan idea bank IKN, moodboard and visual direction, layouting motif dan repetisi motif, hingga finalisasi motif. Sedangkan narasumbernya antara lain Ali Eunoia, serta Fahrulia Amanda dari brand Tepa Selira. Ali Eunoia selain Co-Founder Tepa Selira, ia pernah menjadi Produser acara Kick Andy Metro TV tahun 2012-2014.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI