SANGATTA – Warga Kutai Timur (Kutim) yang membutuhkan penanganan penyakit jantung diharapkan ke depan tidak lagi harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Penguatan layanan jantung di RSUD Kudungga terus dilakukan melalui peningkatan fasilitas dan kompetensi tenaga medis.
Langkah itu ditandai dengan bergabungnya RSUD Kudungga dalam Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Wilayah Kalimantan Timur. Program yang diinisiasi Kementerian Kesehatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani kasus penyakit jantung dan pembuluh darah.
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengatakan penyakit jantung masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, rumah sakit daerah perlu didukung tenaga medis yang kompeten, fasilitas memadai, serta sistem rujukan yang terintegrasi.
Menurutnya keberadaan jejaring pengampuan menjadi peluang bagi daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan spesialistik. Melalui program tersebut, tenaga kesehatan memperoleh pendampingan langsung dari dokter-dokter ahli, sekaligus transfer pengetahuan dalam penanganan kasus kardiovaskular.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih berkualitas tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah,” ujar Ardiansyah, Jumat (19/6/2026).
Saat ini, RSUD Kudungga mulai memperkuat layanan jantung dengan dukungan fasilitas cath lab dan pelaksanaan Proctorship Intervensi Non Bedah (INB) perdana. Program pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dokter dalam melakukan tindakan medis tertentu secara mandiri.
Ardiansyah menilai penguatan layanan kesehatan daerah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Selain memberikan kemudahan bagi pasien, keberadaan layanan spesialistik di daerah dapat menekan biaya dan waktu yang selama ini harus dikeluarkan masyarakat ketika menjalani pengobatan di luar Kutim.
Pemkab Kutim akan terus mendukung pengembangan layanan di RSUD Kudungga melalui peningkatan sarana, prasarana, hingga penguatan sumber daya manusia.
Ia berharap kerja sama yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan kapasitas layanan kesehatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui semakin kuatnya layanan jantung di RSUD Kudungga, warga Kutim dan daerah penyangga diharapkan memiliki akses pengobatan yang lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan spesialis.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





