BERAU – Upaya menjadikan Kabupaten Berau sebagai destinasi wisata unggulan tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik setiap tahun.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan untuk membangun identitas pariwisata yang kuat harus melalui penyelenggaraan event secara konsisten dan berkelanjutan.
Gamalis menilai banyak daerah wisata sukses karena memiliki agenda tahunan yang telah melekat di benak masyarakat dan wisatawan. Event-event tersebut tidak berubah setiap tahun, melainkan terus dipertahankan dan dikembangkan hingga menjadi ciri khas daerah.
Karena itu, Gamalis meminta agar kalender pariwisata Kabupaten Berau yang telah disusun dapat dijalankan secara konsisten. Festival budaya, festival musik, lomba dayung tradisional, maupun berbagai kegiatan unggulan lainnya harus tetap dipertahankan agar memiliki nilai promosi jangka panjang.
“Kalau kita membuat sebuah kalender pariwisata, tolong konsisten terhadap kalender itu. Jangan tahun depan berubah lagi isinya. Misalnya hari ini ada festival budaya, festival musik, lomba dayung, dan kegiatan lainnya, ya itu yang terus kita jaga dan laksanakan,” ujarnya.
Menurutnya konsistensi agenda wisata akan membantu membentuk citra daerah di mata wisatawan. Ketika sebuah event rutin digelar pada waktu yang sama setiap tahun, masyarakat luas akan lebih mudah mengenali dan mengingat Berau sebagai tujuan wisata yang memiliki agenda khas.
Selain memperkuat branding daerah, kepastian jadwal memberikan keuntungan bagi wisatawan, khususnya dari luar daerah maupun mancanegara. Mereka dapat menyusun rencana perjalanan jauh hari sebelumnya sehingga potensi kunjungan wisata meningkat.
Gamalis mencontohkan wisatawan asing umumnya merencanakan perjalanan beberapa bulan bahkan satu tahun sebelum keberangkatan. Oleh karena itu, kalender pariwisata yang jelas dan dipublikasikan secara luas menjadi instrumen penting dalam strategi promosi daerah.
“Kalender itu bagus kalau kita sebarluaskan ke mancanegara dan para wisatawan. Mereka bisa mengetahui bahwa pada tanggal tertentu setiap tahun akan ada event tertentu di Berau. Jadi mereka bisa merencanakan perjalanan lebih awal,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh ramainya agenda kegiatan. Pengembangan destinasi wisata harus didukung dengan infrastruktur yang memadai agar pengalaman wisatawan tetap terjaga.
Salah satu kebutuhan mendasar yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah adalah penyediaan air bersih, khususnya di kawasan wisata kepulauan. Ketersediaan layanan dasar tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Berau terus mencari berbagai alternatif solusi. Salah satunya adalah mengkaji penerapan teknologi desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar, terutama untuk mendukung kebutuhan kawasan wisata seperti Maratua yang terus berkembang.
“Kalau memang memungkinkan dan biayanya tidak terlalu besar, teknologi desalinasi ini bisa menjadi salah satu solusi yang dicoba. Bahkan kalau pendanaan dari pemerintah terbatas, bisa saja melibatkan pihak ketiga untuk membantu pelaksanaannya,” jelasnya.
Gamalis menegaskan pembangunan sektor pariwisata harus dilakukan secara menyeluruh. Event yang menarik perlu didukung infrastruktur yang memadai serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menurutnya ketika ketiga aspek tersebut berjalan beriringan, pariwisata tidak hanya menjadi sarana promosi daerah, tetapi mampu menciptakan lapangan usaha, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sektor pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Gamalis. (rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





