Pariwisata Berau Terancam Sampah Liar, Gamalis Ajak Warga Terapkan Budaya Bersih

BERAU – Ambisi Kabupaten Berau menjadi destinasi wisata unggulan tidak hanya ditentukan oleh pesona alam yang dimiliki. Di balik keindahan pantai, pulau, dan kekayaan bawah lautnya, masih ada persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius yakni kebersihan lingkungan.

Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 dimanfaatkan Wakil Bupati Berau, Gamalis, untuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.

Menurutnya citra sebuah destinasi wisata tidak hanya dibangun melalui promosi dan pembangunan fasilitas, tetapi dari kondisi lingkungan yang bersih dan nyaman.

Ia menyoroti masih ditemukannya sejumlah titik pembuangan sampah liar di wilayah Kabupaten Berau. Kondisi tersebut dinilai dapat merusak wajah daerah dan mengurangi daya tarik wisata yang selama ini menjadi salah satu andalan perekonomian daerah.

“Kalau ingin pariwisata terus berkembang, maka lingkungan juga harus bersih. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kawasan jalan poros menuju Kampung Bangun. Meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan, wilayah tersebut masih kerap dijadikan tempat pembuangan sampah secara sembarangan oleh pelaku masyarakat.

Menurut Gamalis, keberadaan tumpukan sampah di area yang dilalui masyarakat maupun wisatawan dapat memberikan kesan negatif terhadap daerah. Padahal pemerintah saat ini terus berupaya memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Berau.

Ia menegaskan keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan layak menjadi bagian dari destinasi wisata unggulan.

Karena itu, Gamalis mengajak pemerintah kampung, ketua RT, tokoh masyarakat, pelaku usaha hingga generasi muda untuk bersama-sama menanamkan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah. Sebab, sebaik apa pun fasilitas yang disediakan pemerintah, persoalan kebersihan tidak akan pernah tuntas apabila kesadaran masyarakat masih rendah.

“Fasilitas sudah disiapkan, tempat sampah tersedia, tetapi kalau masih membuang sampah sembarangan tentu masalah ini tidak akan selesai. Yang paling penting adalah membangun kesadaran bersama,” katanya.

Gamalis berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan. Ia menilai lingkungan yang bersih bukan hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi menjadi modal penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

Semakin berkembangnya kunjungan wisata ke Berau, ia menginginkan masyarakat ikut berperan sebagai tuan rumah yang baik dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun kawasan publik.

“Pariwisata dan kebersihan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Jika kita ingin wisatawan datang dan merasa nyaman, maka kebersihan harus menjadi budaya yang kita jaga bersama,” jelasnya. (rm/adv)

Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI