Firnadi Sebut Kaltim Tidak Bisa Selamanya Hidup dari Tambang, Sangkulirang-Mangkalihat Harus Mendunia

SAMARINDA – Di tengah ketergantungan Kalimantan Timur terhadap sektor ekstraktif, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Firnadi Ikhsan menilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat menjadi pintu masuk lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

Politikus Fraksi PKS itu menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat oleh tim verifikator nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Menurutnya tahapan tersebut menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa kawasan karst terbesar di Indonesia itu layak menyandang status Geopark Nasional dan melangkah menuju pengakuan UNESCO Global Geopark.

“Kami menyambut baik kedatangan tim verifikator nasional dan berharap seluruh potensi serta komitmen yang telah dibangun selama ini dapat terlihat secara utuh. Sangkulirang-Mangkalihat bukan hanya aset Kutai Timur dan Berau, tetapi juga kebanggaan Kalimantan Timur dan Indonesia,” ujar Firnadi dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, (23/06/2026).

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kaltim yang membidangi kehutanan, sumber daya alam, investasi, dan ekonomi daerah, Firnadi menegaskan geopark tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kawasan konservasi.

Terlebih baginya Sangkulirang-Mangkalihat merupakan investasi ekonomi jangka panjang yang berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, UMKM, pendidikan, penelitian hingga pengembangan jasa lingkungan.

“Geopark Sangkulirang-Mangkalihat adalah investasi ekonomi masa depan Kalimantan Timur. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, UMKM, pendidikan, riset, hingga pengembangan jasa lingkungan yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.

Firnadi menilai di tengah tantangan menurunnya ketergantungan terhadap sektor pertambangan, geopark dapat menjadi salah satu instrumen diversifikasi ekonomi yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ia menyoroti besarnya peluang ekonomi hijau yang dapat berkembang dari kawasan tersebut, termasuk jasa lingkungan dan ekonomi karbon yang kini semakin mendapat perhatian dalam agenda pembangunan nasional maupun global.

“Ke depan, kawasan yang terjaga dengan baik memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi. Karena itu, menjaga Sangkulirang-Mangkalihat bukan hanya penting dari sisi lingkungan, tetapi merupakan investasi strategis bagi masa depan ekonomi Kalimantan Timur,” katanya.

Firnadi menegaskan target besar yang harus diwujudkan bersama bukan hanya memperoleh status Geopark Nasional, melainkan membawa Sangkulirang-Mangkalihat meraih pengakuan UNESCO Global Geopark.

Hal itu berkenaan atas argumennya, status tersebut akan memberikan dampak signifikan bagi Kaltim, mulai dari peningkatan reputasi daerah di tingkat internasional, kunjungan wisata berkualitas, pengembangan riset, hingga masuknya investasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Pengakuan UNESCO akan membawa dampak yang jauh lebih luas. Selain meningkatkan reputasi Kalimantan Timur di tingkat internasional, juga membuka peluang peningkatan kunjungan wisata berkualitas, pengembangan riset, investasi berkelanjutan, serta manfaat ekonomi yang pada akhirnya akan memperkuat kesejahteraan masyarakat dan kapasitas fiskal daerah,” ujarnya.

Firnadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, khususnya Dinas ESDM Kaltim sebagai inisiator utama, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pemerintah Kabupaten Berau, akademisi, masyarakat lokal, serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang terlibat dalam proses pengusulan geopark.

Ia menilai keberhasilan mencapai tahap verifikasi nasional merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak yang memiliki komitmen kuat terhadap pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Selanjutnya Firnadi menyebut Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai simbol arah baru pembangunan Kalimantan Timur di masa depan.

“Jika selama ini Kalimantan Timur dikenal karena kekayaan sumber daya alam yang diambil dari perut bumi, maka melalui Sangkulirang-Mangkalihat kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan alam juga dapat menghadirkan kesejahteraan karena dijaga, dilestarikan, dan dikelola secara berkelanjutan. Inilah salah satu wajah ekonomi masa depan Kalimantan Timur,” ungkap Firnadi.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI