Aspek Keamanan Pangan Harus Dijaga, Bupati Kutim Soroti Peran Labkesda

SANGATTA – Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan makanan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian yang sama pentingnya agar masyarakat tidak hanya tercukupi kebutuhan pangannya, tetapi terlindungi dari risiko kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, usai menghadiri pembukaan Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Organisasi Wanita, Rabu (24/6/2026). Menurutnya makanan yang dikonsumsi masyarakat harus memenuhi standar higienitas dan memiliki nilai gizi yang baik.

“Yang bisa kita berikan kepada masyarakat, tapi di sisi lain juga harus kita bentengi dengan keamanan pangan. Higienisnya bagaimana, manfaat gizinya bagi tubuh bagaimana,” ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan keamanan pangan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pola konsumsi sehat dan pengawasan terhadap produk pangan harus terus diperkuat, terlebih peran perempuan dan organisasi wanita dinilai sangat strategis dalam membangun budaya konsumsi pangan yang sehat di lingkungan keluarga.

Menurut Ardiansyah, salah satu instrumen yang dapat diandalkan untuk mendukung pengawasan tersebut adalah Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutim. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam melakukan berbagai pengujian guna memastikan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.

Saat ditanya mengenai optimalisasi peran Labkesda dalam upaya pencegahan, Ardiansyah memastikan lembaga tersebut selama ini telah bekerja aktif melayani kebutuhan pengujian dan pemeriksaan.

“Labkesda sangat aktif. Sangat aktif dan sifatnya mereka terus melayani kalau ada yang ingin melakukan pemeriksaan atau uji,” katanya.

Ia menjelaskan kehadiran Labkesda memang menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah daerah. Tidak hanya untuk mendukung pelayanan kesehatan, tetapi sebagai sarana pengawasan berbagai aspek yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, termasuk keamanan pangan.

“Makanya waktu itu kita resmikan karena memang kita butuh. Masyarakat ataupun pemerintah, Labkesda itu penting bagi kita,” tegasnya.

Ardiansyah berharap keberadaan Labkesda dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat, pelaku usaha pangan, maupun instansi terkait. Dengan begitu, pengawasan terhadap kualitas pangan dapat dilakukan lebih optimal dan potensi risiko kesehatan akibat makanan yang tidak memenuhi standar dapat dicegah sejak dini.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Kutim dalam mendorong terciptanya sistem pangan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi menjamin keamanan, kebersihan, dan kandungan gizi dari setiap produk yang dikonsumsi.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI