Tahun Ajaran Baru, Kemensos Pastikan Kesiapan MPLS Sekolah Rakyat Permanen di Palaran

SAMARINDA – Kementerian Sosial (Kemensos) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Permanen yang terletak di kawasan Stadion Utama Palaran. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudiluhur Ditjen Rehsos Kemensos, Jaswadi, saat meninjau langsung lokasi tersebut bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda.

Jaswadi menegaskan pihak Kemensos berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana penunjang serta kesiapan gedung dapat selesai tepat waktu sebelum kegiatan dimulai.

“Kami dari Kemensos ingin memastikan bahwa pelaksanaan MPLS di tanggal 14 Juli itu bisa terlaksana. Jadi kami sedang melihat, mengevaluasi kesiapan baik dari sisi sarana dan prasarana ya,” ujar Jaswadi.

Ia menambahkan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berjalan demi kelancaran agenda tersebut.

“Saya pikir di seluruh aspek ya, kesiapan Pemkot juga, gedungnya, dan semuanya ketika MPLS itu berjalan lancar,” jelasnya.

Sekolah Rakyat Permanen ini nantinya akan menampung 270 siswa baru yang mencakup tiga jenjang pendidikan yaitu SD, SMP, dan SMA. Namun Jaswadi menjelaskan untuk tahap awal pada 14 Juli 2026 nanti, sekolah hanya akan diisi oleh para siswa baru. Sementara untuk siswa lama baru akan menyusul di akhir bulan.

“Rencananya untuk siswa lama itu akan masuk di tanggal 30 Juli. Jadi yang di sini nanti adalah siswa yang baru. Yang tadi yang 270 ya, itu ada SD, SMP, dan SMA. Jadi kalau yang lama posisinya masih di sekolah rintisan, baru tanggal 30 pindah ke sini,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masih terdapat sejumlah fasilitas kamar yang belum lengkap serta ruang kelas yang perlu dibersihkan. Menanggapi hal tersebut, Jaswadi menyatakan akan mendorong tim di lapangan untuk melakukan percepatan. Barang-barang kebutuhan logistik harian siswa sedang dinantikan kehadirannya.

“Sejauh ini kami ingin mendorong percepatan dari teman-teman PU agar di tanggal 14 itu bagaimana caranya bisa terlaksana. Kasur sudah ada, kemudian peralatan lain sudah ada, cuma kita masih menunggu barang-barang seperti sabun mandi, kain pel, handuk, rak sepatu, karena itu harus pada saat MPLS harus tersedia,” tegasnya.

Mengenai kesiapan dapur yang akan melayani makan tiga kali sehari dan camilan dua kali sehari bagi para siswa, Kemensos telah menyiapkan rencana cadangan (opsi alternatif) berupa penggunaan jasa vendor atau katering jika fasilitas dapur utama belum siap sepenuhnya pada hari H.

“Sementara kami koordinasikan dengan teman-teman di pusat karena kami sifatnya tim ya. Jadi kalau misalnya ini dapur belum siap, kita ada opsi-opsi lain. Opsi lain seperti apa? Nah kita pakai vendor atau pakai katering gitu ya. Jadi pengalaman tahun lalu memang ada seperti itu,” terangnya.

Jaswadi menegaskan optimismenya bahwa sekolah ini akan siap digunakan pada 14 Juli mendatang. Ia menyebutkan program peninjauan itu merupakan instruksi langsung, di mana para pejabat struktural Kemensos disebar ke berbagai wilayah untuk mengawal program Sekolah Rakyat Permanen secara nasional.

“Sejauh ini saya masih optimis, hanya memang day by day akan kami pantau. Ini di setiap pejabat struktural disuruh ke seluruh Indonesia, ada 93 lokasi. Jadi ini serentak, tidak hanya di Kota Samarinda. Nanti ada 93 lokasi tersebar di seluruh Indonesia. Jadi akan diadakan MPLS itu di tanggal 14 serentak,” ungkapnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI