TENGGARONG – Grup musik Echos of Kutai, Petala Borneo, resmi meluncurkan album kedua mereka yang berjudul Suara dari Tanah Tua: Pura Tana Bhumi. Peluncuran karya terbaru itu ditandai melalui gelaran konser terbuka yang berlangsung meriah di Taman Musik Tenggarong.
Peluncuran album itu menjadi penanda komitmen Petala Borneo untuk terus menghadirkan karya yang mengangkat kekayaan budaya, bahasa dan identitas Kutai Kartanegara melalui balutan musik etnik modern.
Konser peluncuran tersebut dihadiri langsung para personel Petala Borneo, pegiat seni dan budaya, komunitas musik, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, serta ratusan masyarakat yang memadati kawasan Taman Musik Tenggarong.
Suasana semakin semarak ketika enam lagu dalam album terbaru tersebut dibawakan secara langsung dan mendapat sambutan hangat dari para penonton yang larut dalam nuansa musik khas Kutai.
Leader Petala Borneo, Achmad Fauzi, mengatakan album Suara dari Tanah Tua: Pura Tana Bhumi lahir dari kegelisahan atas perubahan zaman yang perlahan menggerus warisan budaya dan identitas lokal.
Melalui sembilan lagu yang seluruhnya telah tersedia di berbagai platform musik digital, Petala Borneo ingin mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan mencintai budaya Kutai.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata, peluncuran album kedua ini dapat terselenggara secara terbuka dan dinikmati masyarakat. Kami juga memohon doa serta dukungan karena Insya Allah tahun ini Petala Borneo akan kembali merilis album ketiga yang berisi delapan karya dari delapan personel,” ungkapnya.
Ia menambahkan seluruh karya Petala Borneo, mulai dari album perdana ‘Bungah Hati Betemu’ hingga album kedua ‘Suara dari Tanah Tua: Pura Tana Bhumi’, kini dapat diakses melalui berbagai platform musik digital sehingga dapat dinikmati masyarakat lebih luas, bahkan hingga mancanegara.
Antusiasme tinggi dari masyarakat yang memenuhi Taman Musik Tenggarong menjadi bukti nyata musik tradisi tetap memiliki ruang di hati masyarakat ketika dikemas secara kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.
Melalui album terbarunya, Petala Borneo kembali menegaskan tekad untuk menjaga agar budaya, bahasa, dan identitas Kutai terus hidup dan dikenal lintas generasi.
Pewarta: Shavira Ramadhanita.
Editor: Yahya Yabo





