BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau untuk terus memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama menjaga stabilitas daerah.
Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur Tahun 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) beberapa waktu lalu.
Forum yang mempertemukan seluruh pengurus FKUB dan perwakilan pemerintah daerah se-Kalimantan Timur itu menjadi wadah memperkuat sinergi menghadapi tantangan keberagaman masyarakat, terutama seiring berkembangnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Gamalis mengatakan Berau merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam. Kondisi tersebut, menurutnya harus terus dijaga melalui semangat toleransi, saling menghormati, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Kerukunan umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun FKUB, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Suasana yang aman dan harmonis merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkab Berau akan terus memperkuat sinergi dengan FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan agar kehidupan masyarakat tetap kondusif di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Selanjutnya Gamalis mengatakan daerah yang mampu menjaga persatuan akan memiliki daya saing lebih baik dalam mendorong investasi, pembangunan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat sambutan menyampaikan peran FKUB semakin strategis dengan hadirnya IKN yang membawa masyarakat dari berbagai latar belakang ke Kalimantan Timur.
Ia menilai komunikasi dan koordinasi antar daerah perlu terus diperkuat agar potensi perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.
“Melalui forum ini, semoga lahir komitmen bersama untuk memperkuat harmoni sosial, meningkatkan kolaborasi antarwilayah, serta menjaga Kalimantan Timur tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan inklusif dalam menyongsong perkembangan Ibu Kota Nusantara,” jelasnya. (rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





