SELASA malam, 14 Juli 2026, Ballroom Harris Hotel Samarinda dipenuhi ratusan tamu dari berbagai latar belakang. Perwakilan pemerintah daerah, pimpinan DPRD, Dewan Pers, TNI-Polri, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas, hingga para sahabat Media Kaltim Network berkumpul dalam satu ruangan pada puncak peringatan HUT ke-6 Media Kaltim Network melalui Media Kaltim Network Appreciation Night 2026.
Malam itu bukan sekadar perayaan ulang tahun. Yang kami rayakan adalah kepercayaan.
Enam tahun lalu, Media Kaltim lahir dari sebuah tim kecil dengan sebuah mimpi, menghadirkan media digital yang dekat dengan masyarakat sekaligus mampu menjaga kepercayaan publik.
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Industri media berubah begitu cepat, teknologi terus berkembang, persaingan semakin ketat, sementara tuntutan terhadap profesionalisme juga semakin tinggi.
Namun, satu hal yang saya yakini sejak awal, perusahaan media tidak pernah bisa tumbuh sendirian.
Di balik setiap berita yang kami terbitkan, ada pemerintah yang membuka ruang komunikasi, legislatif yang bersedia berdiskusi, aparat penegak hukum yang memberikan informasi, perusahaan yang mempercayakan publikasinya, perguruan tinggi yang menjadi mitra intelektual, komunitas yang terus bergerak bersama, serta para pembaca yang setiap hari memilih Media Kaltim sebagai sumber informasi.
Karena itulah malam apresiasi kami hadirkan sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama Media Kaltim Network.
Tentu malam apresiasi itu juga tidak akan terlaksana tanpa dukungan para sponsor dan mitra strategis yang sejak awal percaya pada gagasan ini. Dukungan mereka bukan semata membantu terselenggaranya sebuah acara, tetapi menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun selama ini melahirkan kepercayaan yang saling menguatkan.
Kepada seluruh sponsor, mitra pendukung, dan panitia yang bekerja di balik layar, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah enam tahun perjalanan Media Kaltim Network.
Malam itu kami juga mendapatkan banyak pandangan yang menjadi bekal perjalanan Media Kaltim ke depan.
Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, mengingatkan bahwa masa depan media arus utama sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga etika, profesionalisme, dan kepercayaan publik di tengah derasnya arus platform digital.
Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Faisal menyampaikan kalimat yang terus terngiang di benak saya.
“Untuk sekelas media, acaranya luar biasa. Rasanya seperti ulang tahun ke-17, padahal baru enam tahun.”
Kalimat itu bukan sekadar pujian. Bagi kami, itu menunjukkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Media Kaltim juga semakin besar. Semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kami emban untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban, yang juga menjadi mentor jurnalistik saya, menyampaikan pesan yang sangat membekas saat peluncuran buku tersebut. Menurut beliau, buku adalah “tanda tangan hidup” seorang jurnalis. Kalimat itu mengingatkan saya bahwa jabatan boleh berubah, tetapi jejak seorang wartawan akan tetap hidup melalui karya-karyanya.
Malam itu juga menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya secara pribadi. Untuk pertama kalinya saya meluncurkan buku “PSU, Banjir, IKN, dan Jejak Backpacker: Tahun 2025 yang Penuh Peristiwa.” Buku yang menghimpun berbagai catatan jurnalistik sepanjang 2025 itu saya persembahkan sebagai bentuk ikhtiar agar berita tidak berhenti menjadi konsumsi sehari, tetapi juga menjadi dokumentasi sejarah yang dapat dibaca kembali pada masa mendatang.
Namun, penghargaan bagi saya bukan sekadar plakat yang diserahkan di atas panggung.
Penghargaan sesungguhnya adalah kehadiran. Kesediaan meluangkan waktu untuk datang, memberikan doa, dukungan, serta terus menjaga hubungan baik selama enam tahun perjalanan Media Kaltim Network.
Saya juga menyadari masih banyak sahabat yang mungkin tidak sempat saya sebut satu per satu. Ada mentor yang membimbing sejak awal, rekan-rekan seperjuangan di dunia pers, keluarga besar Bawaslu yang menjadi rahim kedua perjalanan profesional saya, para sahabat, mitra strategis, hingga banyak pihak lain yang selama ini memberikan ruang bagi Media Kaltim untuk terus bertumbuh.
Tidak disebut bukan berarti dilupakan.
Justru kehadiran mereka menjadi bagian penting dari fondasi yang membuat Media Kaltim tetap berdiri hingga hari ini.
Saya percaya, media yang baik tidak hanya dibangun oleh ruang redaksi.
Media dibangun oleh kepercayaan yang dipelihara setiap hari, oleh kritik yang diterima dengan lapang dada, oleh kolaborasi yang terus dijaga, serta oleh komitmen untuk tidak berhenti belajar dan terus memperbaiki diri.
Malam apresiasi telah usai. Para tamu telah kembali ke aktivitas masing-masing. Namun, kepercayaan yang terbangun selama enam tahun ini akan terus kami jaga.
Enam tahun telah kami lewati. Perjalanan berikutnya sudah menanti, dengan tantangan yang tentu tidak semakin ringan.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Media Kaltim Network. Terima kasih kepada para narasumber, mitra strategis, sponsor, panitia, serta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi semangat pada malam apresiasi tersebut.
Semoga kolaborasi, persahabatan, dan kepercayaan yang telah terbangun selama ini terus terjaga demi menghadirkan jurnalisme yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai.
Karena pada akhirnya, kepercayaan memang tidak pernah dibangun sendirian. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.





