SANGATTA – Harapan ribuan siswa baru di Kutai Timur (Kutim) mengenakan seragam gratis pada hari pertama masuk sekolah harus tertunda. Program bantuan seragam sekolah dari Pemerintah Kutim dipastikan mengalami keterlambatan akibat proses pengadaan yang masih berlangsung. Distribusi ditargetkan baru dapat dilakukan pada September mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, meminta maaf kepada para orang tua dan peserta didik atas molornya penyaluran bantuan tersebut. Ia menegaskan keterlambatan bukan berarti program dihentikan, melainkan murni karena proses administrasi dan pengadaan yang harus diselesaikan sesuai ketentuan.
“Bantuan tetap diberikan, tidak ada yang dikurangi. Setiap siswa baru dipastikan menerima empat setel seragam lengkap beserta seluruh perlengkapannya,” tegas Mulyono, Rabu (22/7/2026).
Empat jenis seragam yang akan diterima siswa meliputi seragam nasional, pramuka, olahraga, dan batik khas daerah. Tidak hanya itu, paket bantuan mencakup sepatu, tas sekolah, hingga alat tulis sehingga diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua.
Mulyono menjelaskan ada dua faktor utama yang menyebabkan penyaluran bantuan belum dapat dilakukan pada awal tahun ajaran. Pertama, Disdikbud harus memastikan ukuran seragam setiap siswa benar-benar sesuai. Pengadaan baru bisa dilakukan setelah data peserta didik baru selesai diverifikasi agar tidak terjadi kesalahan ukuran.
“Kami menunggu data riil siswa baru. Jangan sampai seragam yang diterima kebesaran atau justru kekecilan,” ujarnya.
Kendala kedua berasal dari mekanisme administrasi penganggaran. Menurutnya penyempurnaan formulasi anggaran baru rampung setelah pergeseran anggaran pada akhir Juni. Akibatnya, proses lelang pengadaan baru dapat dimulai pada Juli.
“Kalau proses lelang berjalan sesuai jadwal bulan ini, estimasi barang tiba di Kutim dan siap dibagikan pada September,” katanya.
Meski bantuan belum diterima, Disdikbud memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berlangsung normal. Seluruh sekolah diminta memberikan kelonggaran kepada siswa baru terkait penggunaan pakaian selama masa transisi hingga seragam resmi diterima.
Program bantuan seragam gratis merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Kutim dalam mendukung akses pendidikan yang merata. Berdasarkan data Disdikbud, saat ini terdapat sekitar 92.702 siswa yang menempuh pendidikan di 702 satuan pendidikan dengan dukungan sekitar 7.900 tenaga pendidik. Pemerintah berharap keterlambatan distribusi tidak mengurangi semangat belajar siswa maupun mengganggu proses pendidikan di seluruh wilayah Kutai Timur.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





