TANJUNG REDEB – Belum lama ini, Pemprov Kaltara kembali membujuk Pemkab Berau bergabung menjadi bagian dari kabupaten di Kaltara.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah menuturkan, pemerintah daerah perlu berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Provinsi Kaltara. Sangat disayangkan, jika Berau berpisah dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Lantaran lebih banyak keuntungannya.
“Kalau mau pindah ke sana kita mesti berpikir seribu kali. Karena, menurut saya lebih menguntungkan bergabung dengan Kaltim daripada Kaltara,” jelasnya.
Dikatakannya, wacana Berau gabung dengan Kaltara boleh saja terjadi. Kaltara juga memiliki hak untuk meminta Berau bergabung dengan mereka. Apalagi potensi dan posisi strategis Berau dengan pariwisatanya sebagai sektor unggulan tentu menguntungkan untuk Kaltara.
Diakuinya, memang secara historis, sosial, dan budaya, Berau dan Kaltara memiliki keterkaitan satu sama lain. Jarak yang dekat ke Bulungan daripada Samarinda juga menjadi salah satu faktor pendukung yang cukup menguntungkan buat Kaltara.
“Tapi aspek-aspek lain kan harus diperhatikan. Apalagi kita merupakan daerah dengan destinasi wisata unggulan di Kaltim dan akan menjadi destinasi wisata unggulan di IKN,” tegasnya.
“Kenapa tidak dari dulu? Untuk saat ini dengan APBD kita yang signifikan, dan Bankeu yang signifikan, kita beralih ke Kaltara apa untungnya bagi kita? Jangan sampai malah kita yang menyumbang untuk provinsi itu. Jadi ini perlu dikaji lebih dalam,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan melihat potensi Berau yang sangat menguntungkan Kaltara itu, pemerintah daerah harus benar-benar matang dalam mengambil keputusan. Tujuannya, agar Berau tidak kecewa di kemudian hari.
“Kalau mau memutuskan sesuatu kan harus ada win-win solutionnya. Apa yang mau kita dapat,” tutupnya.(Adv/Mnz)
Pewarta: Amnil Izza
Editor: Irfan





