170 Jemaah Haji Kutim Pulang, Dua Jemaah Wafat di Tanah Suci Terima Santunan Asuransi

SANGATTA – Sebanyak 170 jamaah haji asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tiba kembali di daerah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan mereka disambut penuh haru oleh keluarga, pemerintah daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Masjid Agung Al-Faruq, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (15/6/2026)

Tangis bahagia dan pelukan hangat mewarnai pertemuan jamaah dengan keluarga yang telah menanti sejak sore hari. Rombongan tiba menggunakan lima unit bus setelah menempuh perjalanan panjang dari embarkasi menuju Sangatta.

Berdasarkan data panitia, jumlah jamaah haji Kutim yang diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah sebanyak 172 orang. Namun dua jamaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi sehingga jamaah yang kembali ke Kutim berjumlah 170 orang.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jamaah dalam keadaan sehat dan selamat. Di sisi lain, ia mengajak masyarakat turut mendoakan dua jamaah Kutim yang wafat di Tanah Suci.

“Kami bersyukur karena jamaah haji Kutim dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke daerah dengan selamat. Namun kami juga turut berduka atas wafatnya dua jamaah haji kita di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujarnya.

Ardiansyah berharap para jamaah yang telah kembali dapat menjaga kemabruran hajinya dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Predikat haji mabrur tidak hanya ditunjukkan saat berada di Tanah Suci, tetapi juga setelah kembali ke daerah. Kami berharap para jamaah dapat menjadi contoh dalam menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kutim, Basmawati Sija, memastikan dua jamaah yang meninggal dunia tersebut tetap mendapatkan hak santunan asuransi haji sesuai ketentuan yang berlaku. Santunan akan diberikan kepada ahli waris masing-masing jamaah.

“Jemaah yang meninggal dunia karena sakit atau sebab umum lainnya berhak memperoleh santunan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) yang telah dibayarkan saat pelunasan biaya haji,” jelasnya.

Basmawati mengungkapkan dua jamaah asal Kutim yang wafat di Tanah Suci berasal dari Kecamatan Karangan dan Kecamatan Sangatta Utara. Keduanya meninggal dunia saat menjalani proses ibadah haji di Kota Makkah akibat serangan jantung.

Menurut Basmawati, kedua almarhum telah mendapatkan penanganan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku bagi jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi. Seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman dilakukan dengan baik dan penuh penghormatan.

“Keduanya telah dimakamkan dengan layak di Makkah dan telah didoakan agar wafat dalam keadaan husnul khatimah,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh administrasi, termasuk proses klaim asuransi bagi ahli waris dapat berjalan sesuai ketentuan tanpa kendala.

Kegiatan penyambutan jamaah haji juga diisi dengan laporan panitia, doa bersama, serta silaturahmi antara jamaah, keluarga, dan para tamu undangan. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI