52 korban lubang tambang, JATAM: Gubernur gagal tertibkan tambang

Peringatan Hari Bumi 2026 di Kalimantan Timur kembali diwarnai kabar pilu terkait hilangnya 52 nyawa akibat lubang bekas tambang yang dibiarkan menganga. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim secara tegas menyebut tragedi yang terus berulang ini sebagai kejahatan ekologis dan menyoroti kegagalan pemerintah daerah dalam menertibkan persoalan tersebut.

Korban terbaru adalah seorang anak berusia 9 tahun yang meninggal dunia di lubang bekas tambang milik PT Insani Bara Perkasa di Samarinda, menjadikannya korban keenam di area konsesi perusahaan yang sama sejak tahun 2012. Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing, mengkritik keras kepemimpinan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang dinilai belum mengambil langkah konkret untuk menghentikan tragedi. Sebagai bentuk sikap, JATAM mendesak pencabutan izin operasi perusahaan terkait, audit menyeluruh, serta pembentukan tim independen untuk mengusut puluhan kasus kematian tersebut.

Pembaca Setia Radar Media!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 https://koran.radarmedia.id
📱 https://digital.radarmedia.id/rm24apr2026/mobile/

Radar Media – Aktual, Cepat, dan Terpercaya.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI