NUSANTARA – Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan terdampak pembangunan IKN disiapkan 1 tower Rusun 4 lantai, berisi 65 unit tipe 36. Dibangun pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Lokasinya strategis lantaran dekat jalur fasilitas kesehatan seperti Mayapada Hospital Nusantara dan RS Abdi Waluyo. Tidak jauh dari fasilitas olahraga Training PSSI. Begitu pun dekat area pendidikan yakni Universitas Gunadarma yang telah terbangun di kawasan tersebut. Bahkan financial center bank-bank Himbara.
Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II, Mustofa Otfan, mengungkap sesuai dengan nama pembangunannya yakni Rusun MBR, pembangunan tersebut diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah atau yang terdampak IKN.
“Khusus MBR,” katanya melalui keterangan resmi.
Pada Selasa (3/2/2026), Mustofa mengecek langsung pengerjaan pembangunan Rusun bagi MBR relokasi terdampak IKN tersebut. Pengecekan didampingi PPK rumah susun dan Rumah Khusus Satker PKP Kaltim, Bayu Krisna Suryantara bersama kontraktor pembangunan Rusun MBR yakni PT Adhi Persada Gedung-FYP kerja sama Operasional (KSO).
“Sampai dengan 29 Januari kemarin, progres sudah 22,22 persen. Tahapnya sedang fokus pengerjaan struktur bangunan,” sebutnya.
Sekadar diketahui, pembangunan Rusun MBR dibangun 1 tower, berlantai 4. Jumlah akan ada 65 unit. Per satu unitnya bertipe 36 atau ukuran 6×6 meter persegi. Kapasitas huniannya sendiri 260 orang atau per unit diisi 4 orang.
Unit hunian bertipe 36 akan difasilitasi dengan furnitur modular multifungsi, dapur, ruang keluarga, ruang cuci dan jemur, kamar tidur utama, kamar tidur, serta kamar mandi dan planter box.
“Selain unit hunian, kawasan rusun MBR juga dilengkapi fasilitas pendukung. Antara lain area parkir, lapangan multifungsi, musala, balai warga, ruang komersial, klinik, TPS, serta fasilitas penunjang lain,” terangnya.
Terkait harga per unit dan skema kepemilikan, Satker PKP masih membahasnya lebih lanjut bersama Otorita IKN. Kontrak pembangunan rusun MBR itu dilakukan 3 Oktober 2025 lalu di Kemenko 3 KIPP IKN dengan nilai sekitar Rp90 miliar. Sementara target diselesaikan pada 28 Agustus 2026.
Pembangunan Rusun MBR masih berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Tepatnya di Sub Wilayah Pengembangan (SubWP) 1B Persil 1 MS.104.06.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





