703 Pedagang Mulai Tempati Tangga Arung Square, Aktivitas Pasar Kembali Hidup

TENGGARONG – Setelah penantian panjang dan sempat direlokasi ke Pasar Sementara di Lapangan Pemuda, kawasan Taman Ulin, Kelurahan Panji, sejak tahun lalu, sebanyak 703 pedagang Pasar Tangga Arung akhirnya bisa bernapas lega. Mulai besok, para pedagang dipastikan sudah dapat kembali melapak dan berjualan di pasar baru yang kini resmi bernama Tangga Arung Square.

Kepastian tersebut diperoleh setelah proses pengundian lapak rampung dan kunci kios diserahkan kepada para pedagang. Dengan demikian, aktivitas perdagangan di pasar tersebut dapat kembali berjalan meski peresmian belum dilakukan.

Wakil Sekretaris Forum Pedagang Pasar Tangga Arung, Iscyah, menyampaikan bahwa kepastian tersebut ia peroleh saat mengikuti pengarahan terkait mekanisme pengundian lapak yang akan dilaksanakan secara digital.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengundian lapak dilakukan secara digital oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Kartanegara, menyesuaikan jenis lapak penjualan. Pedagang yang mengikuti pengundian meliputi pedagang pakaian, emas, aksesori, hingga mainan.

Iscyah menjelaskan, setelah pengundian selesai, pedagang langsung menerima kunci kios dan diperbolehkan menata dagangan sambil mulai berjualan. Proses penataan kios diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan.

“Setelah terima kunci, kami langsung isi dan menata jualan. Sambil jualan, kios kami benahi, seperti bikin gantungan atau dekor secukupnya. Mungkin sekitar satu minggu sudah rapi,” ujarnya.

Menurut Iscyah, arahan untuk langsung menempati kios di Tangga Arung Square merupakan instruksi langsung dari Aulia Rahman Basri. Langkah tersebut bertujuan agar pasar sudah berfungsi dan hidup sebelum diresmikan secara resmi.

“Katanya Pak Bupati mintanya jangan bangunan saja tapi tidak ada pedagangnya. Jadi diundi dulu, pedagang masuk, baru diresmikan,” katanya.

Sebagai perwakilan pedagang, Iscyah menegaskan pihaknya siap mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah, termasuk menjaga ketertiban bangunan serta kebersihan lingkungan pasar.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang dinilai konsisten memenuhi komitmen untuk memprioritaskan pedagang Pasar Tangga Arung yang tertib administrasi dan retribusi.

“Alhamdulillah hampir semuanya terakomodir. Yang tidak masuk hanya beberapa saja, mungkin sekitar 3 sampai 10 orang. Itu pun karena administrasi dan retribusinya tidak lengkap,” ujarnya.

Dengan mulai beroperasinya Tangga Arung Square, pedagang berharap roda perekonomian kembali bergerak dan aktivitas perdagangan di pusat Kota Tenggarong semakin bergeliat.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI