SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menilai sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa mendatang.
Namun, menurutnya potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal jika promosi wisata hanya mengandalkan mekanisme birokrasi. Ia mendorong strategi yang lebih efektif dengan melibatkan generasi muda, khususnya konten kreator, YouTuber, dan komunitas kreatif yang dekat dengan dunia digital.
“Kalau promosi pariwisata terlalu banyak biayanya di birokrasi, tidak akan bisa tersampaikan secara cepat. Harus menggunakan konten kreator, YouTuber, dan melibatkan mereka dalam eksplorasi desa wisata. Tapi tentu harus disertifikasi, agar ke depan tidak menimbulkan masalah hukum,” jelas Agusriansyah usai Rapat Paripurna ke-34 di Gedung Utama B.
Ia menambahkan, Kaltim sedang memasuki fase penting setelah dominasi sektor pertambangan mulai berkurang. Karena itu, pemanfaatan bonus demografi dengan memberi ruang bagi anak muda dinilainya sebagai langkah strategis.
“Ruang kebijakan dan kesempatan kerja untuk anak muda harus dibuka. Komunitas kreatif juga perlu difasilitasi dan dijadikan lapangan pekerjaan baru. Karena hanya itu harapannya,” tegasnya.
Agusriansyah menekankan, pembangunan pariwisata tidak hanya bertujuan menambah PAD, tetapi juga menciptakan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Ia berharap pemerintah daerah mampu merangkul komunitas, memfasilitasi ide-ide kreatif, sekaligus memastikan regulasi yang jelas bagi pelaku industri kreatif.
Dengan begitu, Kaltim dapat bertransformasi menjadi daerah yang tidak lagi bergantung pada sumber daya alam, melainkan unggul di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (adv)





