PASER – Pemerintah Kabupaten Paser, sambut baik kembali aktifnya kepengurusan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) yang berperan besar dalam memperjuangkan kesejahteraan petani sawit, memperbaiki tata kelola sawit, dan menjadi mitra pemerintah pusat serta perusahaan sawit.
Kadis Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menyampaikan melalui kembali aktifnya kepengurusan AKPSI, diharapkan semakin banyak program pembangunan sawit dari pemerintah pusat, baik melalui APBN maupun BPDPKS dapat mengalir ke daerah, khususnya Kabupaten Paser.
“Dengan hidup kembalinya pengurus AKPSI, kita berharap semakin banyak program kementerian dan pendanaan yang bisa masuk ke Kabupaten Paser,” kata Djoko, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan keberadaan AKPSI sangat penting sebagai jembatan komunikasi dan advokasi bagi kabupaten penghasil sawit agar dapat terus mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat kontribusi sawit terhadap pembangunan daerah. Oleh karena itu, dirinya turut bergembira atas terpilihnya Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, sebagai Ketua Umum AKPSI periode 2025–2030.
“Sesuai harapan. Karena beliau menjadi salah satu kepala daerah di Kalimantan Timur yang memiliki komitmen kuat dalam pembangunan sawit rakyat,” ujarnya.
Ia berharap dengan aktif kembalinya asosiasi resmi yang mewakili daerah-daerah penghasil sawit di Indonesia untuk dapat mendorong percepatan pendataan kebun, Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), dan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) ke depannya.
Djoko menyebutkan beberapa manfaat yang telah dirasakan Kabupaten Paser dari berbagai program Kementerian Pertanian, seperti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang telah berjalan sejak 2015 dengan capaian 7.879 hektare replanting dengan dukungan pendanaan dari BPDPKS.
Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana kebun, meskipun bertahap tapi terus mengalami kemajuan. Kemudian pengembangan SDM petani sawit, di mana banyak petani sawit di Paser telah mengikuti berbagai pelatihan resmi dari lembaga terkait.
“Termasuk, peningkatan sertifikasi ISPO, di mana pada tahun ini Kabupaten Paser telah berhasil memperoleh 12 sertifikasi ISPO untuk sejumlah lembaga kebun,” jelasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





