Akses Jaringan, DPRD Berau Minta Internet Masuk ke Kampung Terkecil

BERAU – Komitmen pemerataan pembangunan berbasis digital kembali ditegaskan DPRD Berau. Lembaga legislatif daerah tersebut mendorong agar akses internet dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk kampung-kampung pedalaman yang hingga kini masih mengalami keterbatasan jaringan.

Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menyampaikan pemerataan akses digital merupakan langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pelosok.

Dirinya mengatakan transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati masyarakat di pusat kota, sementara warga di daerah terpencil tertinggal.

“Pemerataan akses digital menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi, tidak hanya di kota tetapi juga di pelosok,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menilai kehadiran internet di kampung bukan sekadar mempermudah komunikasi, tetapi membuka peluang besar dalam berbagai sektor. Di bidang pendidikan, akses internet dapat mendukung pembelajaran berbasis digital serta memperluas sumber informasi bagi siswa dan tenaga pendidik. Sementara dalam pelayanan publik, jaringan yang stabil memungkinkan administrasi pemerintahan kampung berjalan lebih cepat dan transparan.

Selain itu, konektivitas digital dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro dan kecil di kampung dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk, memperluas jaringan konsumen, hingga mengakses informasi harga dan peluang usaha.

Karena itu, Liliansyah menegaskan agar program perluasan jaringan benar-benar menyentuh wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan internet.

“Program ini harus benar-benar menyentuh kampung yang masih terisolasi jaringan. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses internet,” tegasnya.

Namun, Liliansyah mengingatkan pembangunan infrastruktur jaringan saja tidak cukup. Pemerintah Kabupaten Berau perlu menyiapkan program literasi digital bagi perangkat kampung maupun masyarakat umum agar pemanfaatan internet dapat berjalan optimal dan produktif.
Menurutnya penyediaan internet gratis harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

“Internet gratis harus diiringi kemampuan memanfaatkannya dengan bijak. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Liliansyah berharap upaya pemerataan akses internet tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekonomi digital sekaligus peningkatan kualitas layanan publik di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

“Kita optimistis kesenjangan pembangunan antara kota dan kampung dapat ditekan secara bertahap,” jelasnya. (adv)

Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI