Aktivitas Sawit Tinggi “Selamatkan” Harga Tiket Penerbangan Melak–Balikpapan

DI TENGAH tingginya aktivitas penerbangan dan kenaikan harga avtur dalam beberapa waktu terakhir, harga tiket pesawat rute Melak–Balikpapan maupun sebaliknya hingga kini disebut belum mengalami kenaikan resmi dari pemerintah.

Kepala Unit Penyelenggara Teknis Daerah (UPTD) Bandar Udara Melalan Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Bernard Repelita Purba menegaskan, pemerintah belum menetapkan kenaikan tarif tiket pesawat untuk rute tersebut.

Menurutnya, dalam industri penerbangan terdapat ketentuan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) yang menjadi acuan maskapai dalam menentukan harga tiket.

“Di penerbangan ada namanya tarif batas atas dan tarif batas bawah. Kemungkinan maskapai yang sudah menaikkan harga tiket, selama ini mereka menggunakan tarif batas bawah,” ujar Bernard.

Ia menjelaskan, kenaikan harga avtur dan biaya operasional membuat sejumlah maskapai memilih menggunakan tarif batas atas agar operasional penerbangan tetap berjalan dan tidak mengalami kerugian.

“Untuk menutupi harga avtur dan operasional maskapai, sehingga maskapai tersebut menggunakan tarif batas atas. Mengapa mereka menggunakan tarif batas atas, agar maskapai itu tidak merugi,” jelasnya.

Bernard mengatakan, selama ini maskapai Wings Air dengan armada ATR 72-600 yang melayani rute Melak–Balikpapan masih menggunakan tarif batas bawah. Harga tiket untuk rute tersebut sebelumnya berada di kisaran Rp1,2 juta.

Namun, akibat kenaikan harga avtur, maskapai disebut memiliki ruang untuk menggunakan tarif batas atas hingga sekitar Rp1,5 juta.

Meski demikian, hingga saat ini penerbangan Wings Air untuk rute Melak–Balikpapan masih memberlakukan tarif lama.

“Maskapai yang melayani penerbangan Melak–Balikpapan masih memperlakukan harga tiket yang lama, yakni Melak–Balikpapan Rp1,2 juta dan Balikpapan–Melak Rp1,3 juta,” ungkapnya.

Di sisi lain, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara membuat tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut tetap tinggi hampir setiap hari.

Saat ini penerbangan reguler hanya tersedia satu kali dalam sehari. Namun pada hari tertentu maskapai menambah jadwal penerbangan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

“Hanya hari Rabu dan Minggu saja yang dua kali flight, itu juga penuh terus,” katanya.

Bernard menyebut, tingginya mobilitas penumpang sudah berlangsung cukup lama. Mayoritas pengguna jasa penerbangan merupakan pekerja perusahaan tambang, perkebunan sawit, serta masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan menuju Balikpapan, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu.

Dengan tingginya permintaan tersebut, Bandar Udara Melalan Sendawar dinilai memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi utama penunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Timur.

“Dengan jumlah penumpang yang terus tinggi hampir setiap hari, Bandar Udara Melalan Sendawar kini menjadi salah satu akses transportasi penting yang menunjang aktivitas masyarakat dan dunia usaha di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” pungkasnya. (MK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI