Alami Berbagai Kendala, Perbaikan Fender Jembatan Mahakam Memasuki Tahap Penting

SAMARINDA – Komisi II DPRD Kalimantan Timur menyoroti progres perbaikan fender Jembatan Mahakam yang rusak akibat ditabrak kapal beberapa waktu lalu. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengungkapkan proyek perbaikan kini mulai menunjukkan perkembangan meski sempat mengalami sejumlah kendala.

Sabaruddin menjelaskan fender pertama sudah selesai dikerjakan, sementara fender kedua yang ditabrak kapal milik PT Tujuh Samudera masih dalam tahap pengerjaan.

“Yang kedua ini penabrak itu kalau tidak salah PT Tujuh Samudera dan alhamdulillah kami diberikan laporan bahwa dalam progres dan sudah ada pemenangnya, mobilisasi peralatan sudah setarap dengan pemancangan dan cleaning di bawah sungai,” ujarnya saat ditemui, Senin (17/11/2025).

Ia menambahkan laporan terakhir dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyebut progres pekerjaan sudah berjalan dalam dua hingga tiga pekan terakhir. Karena itu, Komisi II berencana segera memanggil BBPJN bersama kontraktor pemenang tender untuk melakukan pemaparan langsung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pemanggilan untuk ekspos dan menyampaikan progres selama ini karena memang ini ditangani langsung BBPJN,” jelasnya.

Sabaruddin tidak menampik pekerjaan di lapangan mengalami keterlambatan. Menurut laporan BBPJN, hambatan terjadi karena dokumen belum lengkap serta kondisi cuaca yang mengganggu mobilisasi alat berat.

“Target kami kemarin lebih kurang tiga bulan ternyata mengulur waktu karena PS-nya yang belum disampaikan dan mobilisasi barang terkendala, cuaca juga tidak mendukung,” tuturnya.

Meski demikian, ia memastikan progres tetap berjalan dan kini telah memasuki tahap pemancangan.

“Alhamdulillah progresnya menunjukkan progres yang ada vendor yang satu (fender pertama) sudah selesai yang kedua ini dalam proses dan sekarang dalam proses pemancangan,” tambahnya.

Komisi II DPRD Kaltim menekankan pentingnya percepatan penyelesaian fender Jembatan Mahakam mengingat struktur tersebut vital untuk keselamatan lalu lintas sungai dan perlindungan konstruksi jembatan utama.

Sabaruddin memastikan DPRD Kaltim akan terus mengawal proses pengerjaan hingga selesai.

“Kami ingin BBPJN menjelaskan secara detail progres dan kendalanya, agar masyarakat juga mendapat kepastian,” pungkasnya.

Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI