Andi Harun Targetkan 73 Dapur MBG, Layani 135.000 Siswa di Samarinda

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Indonesia. Pernyataan itu disampaikan setelah meresmikan dapur SPPG di samping Go Mall Samarinda dan meninjau langsung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 di Jalan Bhayangkara, Kamis, (6/11/2025).

Dalam tinjauannya, Andi Harun mengungkapkan saat ini telah ada 20 dapur MBG yang beroperasi di Kota Samarinda, namun pihaknya masih harus menyiapkan 53 dapur tambahan untuk mencapai target total 73 dapur MBG.

“Ya, karena ini program Bapak Presiden, tidak ada pilihan lain kita harus sukseskan. Di samping memang program ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Andi Harun.

Program tersebut dirancang untuk melayani 135.000 siswa-siswi di seluruh lingkup pendidikan Kota Samarinda. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Pemerintah Kota (Pemkot) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan pelaksanaan MBG.

“Kami telah membuat Satgas percepatan pelaksanaan MBG di Kota Samarinda dan saat ini telah berkoordinasi secara intensif dengan semua stakeholder termasuk dengan TNI Polri dan BGN Perwakilan Kota Samarinda,” katanya.

Untuk mengatasi kompleksitas program, Pemkot Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang mengembangkan sebuah digital dashboard yang dapat memantau operasional dapur, ketersediaan stok bahan baku, dan lokasi dapur secara real-time.

“Ke depannya kami sedang membangun, selain tentu sistem monitoring aplikasi yang dibuat oleh BGN, kami juga sedang membangun di Kominfo untuk nanti memastikan dapurnya di mana, kesediaan stoknya bagaimana, dan itu ada digital dashboard yang kita bisa pantau semua,” jelas Andi Harun.

Masyarakat nantinya dapat memantau lokasi dapur dan analisis kesanggupan logistik.

“Oh di dapurnya Bu Fitri hari ini punya telur berapa, punya daging berapa supaya kita bisa analisis untuk berapa hari mampu di sini,” katanya.

Andi Harun menyinggung tantangan besar yang dihadapi, terutama terkait logistik bahan makanan pokok. Mayoritas bahan pangan Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) masih dipasok dari luar daerah. Oleh karena itu, koordinasi yang menyeluruh dan manajemen yang baik sangat krusial.

“Butuh selain bagi pengelola dapurnya tenaga SDM yang bagus, manajemen yang bagus, manajemen pengelolaan, tata kelola yang bagus, serta kolaborasinya dengan stakeholder, pemerintah daerah, BGN maupun TNI Polri supaya semua berjalan terkoordinasi dengan baik,” tegasnya.

Saat memantau langsung proses distribusi di sekolah, Wali Kota Andi Harun menerima tanggapan positif dari para siswa.
“Kalau kita rata-rata tanya, kata siswanya enak,” ungkapnya.

Meskipun demikian, terdapat koreksi menu yang disampaikan Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Nyoto Suwignyo. Dirinya menyarankan agar buah pisang tidak lagi diberikan sebagai pendamping karena mengandung karbohidrat yang sudah tercukupi dari nasi. Ia mengatakan sebaiknya buah diganti dengan buah yang lain seperti semangka.

Andi Harun menekankan pentingnya standarisasi dapur MBG. Semua dapur harus bersertifikat sesuai standar BGN. Pemkot akan mendukung pengelola dapur untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang berkoordinasi dengan BGN.

“Secara umum hari ini berlangsung lancar, anak-anak senang dan semua tadi juga bisa menyaksikan ketika ditanya, enak, enak semuanya. Mereka happy (senang), mereka senang dapat makanan hari ini di sekolah,” jelasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI