SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) keempat dengan mengangkat tema “Human Security”. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 3 Bankaltimtara Prioritas Samarinda, Jalan Awang Long, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat, tokoh muda, serta mahasiswa, dan menjadi forum terbuka yang membahas pentingnya rasa aman dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga keadilan sosial.
“Materi ini sangat bermanfaat karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama soal rasa aman dalam banyak bidang,” ujar Andi Satya.
Politikus muda Partai Golkar itu menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya sebatas pembangunan fisik, melainkan juga harus menyentuh dimensi kemanusiaan. Ia menyebut, konsep Human Security menjadi pendekatan penting yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan keamanan individu dalam kebijakan pembangunan.
“Pembangunan bukan sekadar membangun jalan atau gedung, tapi juga membangun rasa aman dan keadilan sosial,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Andi juga menyoroti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang baru-baru ini menggemparkan Samarinda, di mana seorang ayah tiri memperkosa anaknya hingga hamil lima bulan. Ia menyebut tragedi itu sebagai peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih serius memperhatikan perlindungan di lingkup terkecil, yakni keluarga.
“Kejadian ini sangat memprihatinkan. Keamanan keluarga adalah pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat lembaga perlindungan anak dan perempuan, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan kekerasan di lingkungan sekitar.
“Saya mengajak seluruh elemen, baik masyarakat maupun pemerintah, untuk lebih peduli terhadap keamanan keluarga. Kita harus memastikan tragedi serupa tidak terulang lagi,” tutupnya.





